Mengingat petinju besar dengan sosok Muhammad Ali, kita pasti langsung teringat akan istilah gaya bertinjunya yaitu, "float like a butterfly sting like a bee" yang artinya kira-kira "melayang bagai kupu-kupu dan menyengat bagai lebah". Tidak ada petinju lain yang mempunyai gaya bertinju seperti beliau sampai dengan awal abad 21 ini.
Memang kesuksesan beliau dalam dunia tinju tidaklah tanpa harga yang harus dibayar beliau dengan menurunnya tingkat kecepatan berbicara beliau, tetapi hal itu tidak membuat Muhammad Ali menyesal selama ini telah terjun ke dunia tinju, beliau menjawab pertanyaan orang yang mengatakan bahwa dia (ali) sekarang ini berbicara lamaban. " Orang mengatakan, saya berbicara lamban sekarang, itu tak mengejutkan. Saya menghitung telah melepaskan 29.000 pukulan. Namun, saya menghasilkan 57 juta dollar AS dan menabung separuhnya. Jadi, saya rela menerima beberapa pukulan keras. Anda tahu berapa banyak orang kulit hitam tewas tiap tahun akibat senjata api atau senjata tajam tanpa uang sepeser pun? Saya mungkin berbicara lamban, tetapi pikiran saya tidak." - Ali, 20 Januari 1984.
Ketika ada yang bertanya kepada beliau pada waktu konferensi pers 28 Oktober 1984 kira-kira mengenai akibat dari pukulan-pukulan yang diterimanya selama ini yang menyebabkannya menderita parkinson, beliau menjawab : " Apa yang saya derita secara fisik sepadan dengan yang saya capai dalam kehidupan. Seorang pria yang tak cukup berani untuk mengambil resiko tak akan mencapai apapun dalam hidupnya".
Petinju ini mungkin telah banyak menginspirasi banyak orang untuk tidak ragu-ragu menekuni apa yang menjadi kegemarannya.
Selamat jalan Muhammad Ali.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar