Kamis, 09 Februari 2012

Fenomena Paling mengharukan di Pengadilan Arab Saudi


Di salah satu pengadilan di Kota Qasim Negara Arab Saudi, berdiri Hizan al Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran sehingga membasahi janggutnya,,!! Kenapa??? Karena ia kalah di pengadilan terhadap perseteruannya dengan saudara kandungnya!! Tentang apakah perseteruannya dengan saudaranya?? Tentang tanah kah?? atau warisan yang mereka saling perebutkan??.

Bkn krn itu semua!! Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yg sdh tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yg telah keriput,,
Seumur hidupnya, beliau tinggal dg Hizan al Fuhaidi yg selama ini menjaganya,,
Tatkala beliau telah manula, datanglah adiknya yg tinggal di kota lain, utk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas lain-lainnya di kota jauh lebih lengkap drpd di desa,,
Namun Hizan menolak dengan alasan, selama ini ia mampu utk menjaga ibunya. Perseteruan ini tdk berhenti sampai di sini, hingga berlanjut ke pengadilan!!
Sidang demi sidang dilalui,, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis..
Kedua bersaudara ini membopong ibunya yg sdh tua renta yg beratnya sdh tdk sampai 40 Kg!!
Sang Hakim bertanya kpdnya, siapa yg lbh berhak tinggal bersamanya. Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab , sambil menunjuk ke Hizan, "Ini mata kananku!" kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, "Ini mata kiriku!!
Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kpd adik Hizan, brdasar kemaslahatan-kemaslahan bagi si ibu!!

Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan!! Air mata penyesalan krn tdk bisa memelihara ibunya tatkala beliau tlh menginjak usia lanjutnya!!
Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! yg diperebutkan oleh anak2nya hingga seperti ini,,!!

Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak2nya!!
Ini adalah pelajaran mahal tentang berbakti orang tua,, tatkala durhaka sudah menjadi budaya,, Selanjutnya, kita hanya dapat berdoa "Ya ALLAH, Ya Tuhan kami!! Anugerahkanlah kepada kami keridhoan ibu dan ayah kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepada mereka!!" Aaamiiinn!!!
Oleh: Ali Hasan Bawazer
(izin share: diambil dari tautan facebook Ahmad Fahmi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar