Kamis, 09 Februari 2012

Fenomena Paling mengharukan di Pengadilan Arab Saudi


Di salah satu pengadilan di Kota Qasim Negara Arab Saudi, berdiri Hizan al Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran sehingga membasahi janggutnya,,!! Kenapa??? Karena ia kalah di pengadilan terhadap perseteruannya dengan saudara kandungnya!! Tentang apakah perseteruannya dengan saudaranya?? Tentang tanah kah?? atau warisan yang mereka saling perebutkan??.

Bkn krn itu semua!! Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yg sdh tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yg telah keriput,,
Seumur hidupnya, beliau tinggal dg Hizan al Fuhaidi yg selama ini menjaganya,,
Tatkala beliau telah manula, datanglah adiknya yg tinggal di kota lain, utk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas lain-lainnya di kota jauh lebih lengkap drpd di desa,,
Namun Hizan menolak dengan alasan, selama ini ia mampu utk menjaga ibunya. Perseteruan ini tdk berhenti sampai di sini, hingga berlanjut ke pengadilan!!
Sidang demi sidang dilalui,, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis..
Kedua bersaudara ini membopong ibunya yg sdh tua renta yg beratnya sdh tdk sampai 40 Kg!!
Sang Hakim bertanya kpdnya, siapa yg lbh berhak tinggal bersamanya. Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab , sambil menunjuk ke Hizan, "Ini mata kananku!" kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, "Ini mata kiriku!!
Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kpd adik Hizan, brdasar kemaslahatan-kemaslahan bagi si ibu!!

Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan!! Air mata penyesalan krn tdk bisa memelihara ibunya tatkala beliau tlh menginjak usia lanjutnya!!
Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! yg diperebutkan oleh anak2nya hingga seperti ini,,!!

Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak2nya!!
Ini adalah pelajaran mahal tentang berbakti orang tua,, tatkala durhaka sudah menjadi budaya,, Selanjutnya, kita hanya dapat berdoa "Ya ALLAH, Ya Tuhan kami!! Anugerahkanlah kepada kami keridhoan ibu dan ayah kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepada mereka!!" Aaamiiinn!!!
Oleh: Ali Hasan Bawazer
(izin share: diambil dari tautan facebook Ahmad Fahmi)

Sabtu, 12 Maret 2011

Bencana Gempa dan Tsunami Aceh Kisah Kelam di Ujung Tahun

Minggu, 26 Desember 2004…..

Gempa bumi tektonik berkekuatan 8,5 SR berpusat di Samudra India (2,9 LU dan 95,6 BT di kedalaman 20 km (di laut berjarak sekitar 149 km selatan kota Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam). Gempa itu disertai gelombang pasang (Tsunami) yang menyapu beberapa wilayah lepas pantai di Indonesia (Aceh dan Sumatera Utara), Sri Langka, India, Bangladesh, Malaysia, Maladewa dan Thailand.
Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1) mencapai 127.672 orang. Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh dan Sumatera Utara.

Iitulah kisah suram 6 tahun silam yang terjadi di penghujung tahun 2004 silam. Namun, seiring waktu berjalan, segala perbaikan terus berjalan. Setidaknya, begitulah yang terbaca dan terdengar di media massa.

Akan tetapi, ironinya, masih terlihat adanya barak-barak yang berpenghuni, seperti di bantaran sungai Krueng Aceh, yang di kenal dengan Barak Bakoy. Memang kita tidak bisa menduga, apa yang terjadi ? Dengan dana yang melimpah, di dukung oleh sumber daya manusia yang multi culture, high intelegence, tapi semua ini masih terhidang di depan kita. Aneh..

Barak bakoy adalah salah satu bukti dari kisah silam yang masih ada, mungkin juga masih ada bakoy-bakoy lain yang belum sempat penulis tahu.
sumber http://mymoen.wordpress.com/2009/12/26/bencana-tsunami-aceh-26-desember-2004-kisah-kelam-di-ujung-tahun/

Inilah 27 Peristiwa Tsunami yang Paling Mematikan di Dunia

Inilah 27 Peristiwa Tsunami yang Paling Mematikan di Dunia | Tsunami, banyak orang yang begitu ngerimendengarnya, apa lagi untuk orang yang pernah mengalami dan melihat secara lagsgun kejadia tsunami. Setiap kali tsunami datang, pasti akan menyapu dan meluluhlantahkan setiap benda yang ada di depannya. Sudah puluhan kali peristiwa tsunami yang mematikan dan maha dahsyat yang tercatat dalam sejarah. Berikut 27 peristiwa tsunami yang paling dahsyat dan mematikan di dunia
Tsunami, yang bermakna "gelombang pelabuhan" dalam bahasa Jepang, terjadi akibat deformasi dasar laut yang melahirkan gelombang tinggi. Biasanya setinggi 15-30 meter, seperti pada tsunami Aceh, tapi pernah mencapai 520 meter di Alaska pada 1958. Jepang adalah tanah tsunami.

1. 426 SM: Teluk Maliakos, Yunani Timur
Inilah pertama kalinya orang menghubungkan tsunami dengan gempa yang terjadi sebelumnya.

2. 21 Juli 365: Alexandria, Mediterania Timur
Tsunami setinggi lebih dari 30 meter. Membunuh ribuan orang, kapal terhembalang ke daratan sejauh 3,2 kilometer.

3. 684: Hakuho, Jepang
Tsunami pertama yang tercatat di Jepang, setelah gempa 8,4 pada skala Richter.

4. 887: Ninna Nankai, Jepang
Tsunami melantakkan Kyoto. Pantai dan teluk Osaka rusak berat.

5. 1361: Shuhei Nankai, Jepang
Gempa 8,4 SR dan tsunami Nankaido menewaskan 660 orang, menghancurkan 1.700 rumah.

6. 1541: Nueva Cadiz, Venezuela
Kota Nueva Cádiz, yang berpenghuni 1.500 orang, disapu gempa dan tsunami.

7. 1605: Keich? Nankaido, Jepang
Gempa 8,1 SR dan tsunami 30 meter menenggelamkan 5.000 orang.

8. 1700: Pulau Vancouver, Kanada
Gempa Cascadia, yang berkekuatan 9 MW, menyebabkan tsunami besar yang merambat ke Pasifik Barat Laut hingga ke Jepang.

9. 1707: H?ei, Jepang
Gempa 8,4 SR memicu tsunami 25,7 meter yang menghantam Kochi Prefecture, menghancurkan 29 ribu rumah dan menewaskan lebih dari 50 ribu orang.

10. 1755: Lisabon, Portugal
Tsunami setinggi 15 meter menewaskan ratusan ribu orang. Dalam empat jam, gelombang tsunami sampai ke Cornwall, Inggris, sejauh 1.600 kilometer.

11. 1771: Kepulauan Yaeyama, Okinawa, Jepang
Tsunami setinggi 85 meter menenggelamkan belasan ribu orang.

12. 1792: Gunung Unzen, Kyushu, Jepang
Letusan gunung api menyebabkan tanah longsor, yang menimbulkan tsunami setinggi 100 meter (megatsunami kecil).

13. 1833: Sumatera, Indonesia
Gempa berkekuatan 8,8-9,2 SR mengakibatkan tsunami besar yang menyapu pesisir barat Sumatera.

14. 1854: Nankai, Tokai, dan Kyushu, Jepang
Gempa Ansei terdiri atas dua gempa 8,4 SR dan satu gempa 7,4 SR dalam tiga hari, yang menghasilkan gelombang setinggi 28 meter dan menewaskan 100 ribu orang.

15. 1868: Kepulauan Hawaii
Gempa 7,5 SR memicu longsor Gunung Mauna Loa, yang memicu tsunami setinggi 18 meter. Tsunami menyapu semua rumah dan manusia di pulau itu.

16. 1868: Arica, Cile
Gempa 8,5 SR di palung laut Peru-Cile melahirkan tsunami yang menerjang pelabuhan Arica dan Peru, menewaskan 70 ribu orang.

17. 1883: Krakatau, Selat Sunda, Indonesia
Muntahan magma Krakatau menyebabkan dasar laut runtuh dan menimbulkan tsunami hingga 40 meter di atas permukaan laut. Tsunami menerjang Samudra Hindia dan Pasifik hingga ke pantai barat Amerika dan Amerika Selatan.

18. 1896: Meiji Sanriku, Jepang
Tsunami mencapai 30 meter dan menewaskan 27 ribu orang.

19. 1923: Kanto, Jepang
Gempa besar Kanto meratakan Tokyo, Yokohama, dan sekitarnya, diikuti tsunami 12 meter.

20. 1958: Teluk Lituya, Alaska, Amerika
Gempa menyebabkan megatsunami setinggi 520 meter.

21. 1960: Valdivia, Cile
Gempa terbesar, 9,5 SR di lepas pantai Cile memicu tsunami paling dahsyat pada abad ke-20. Gelombang setinggi 25 meter menyebar ke Samudra Pasifik hingga pantai Sanriku, Jepang, 22 jam kemudian. Lebih dari 6.000 orang di seluruh dunia tewas.

22. 1964: Alaska, Amerika
Gempa 9,2 SR mengguncang Alaska, British Columbia, California, dan kota pantai di barat laut Pasifik serta menimbulkan tsunami lebih dari 30 meter.

23. Minggu, 26 Desember 2004: Pantai barat Aceh, Samudra Hindia
Pada 26 Desember, gempa 9,1 SR menimbulkan tsunami besar yang menewaskan 166 ribu di Aceh dan 320 ribu orang dari delapan negara yang dilewati gelombang itu hingga ke Thailand, pantai timur India, Sri Lanka, bahkan pantai timur Afrika di Somalia, Kenya, dan Tanzania.

24. 2005: Nias, Indonesia
Gempa 8,7 SR di lepas pantai Nias menewaskan 1.300 orang.

25. 2006: Pangandaran, Indonesia
Gempa 7,7 SR mengguncang dasar Samudra Hindia, 200 km selatan Pangandaran, memicu gelombang tinggi hingga 6 meter di Pantai Cimerak. Sekitar 800 orang dilaporkan hilang.

26. 2007: Kepulauan Solomon
Gempa 8,1 SR dekat Kepulauan Solomon menimbulkan tsunami setinggi 5 meter, yang menyebar hingga ke Jepang, Selandia Baru, dan Hawaii.

27. Jum'at, 11 Maret 2011: Sendai, Jepang
Gempa kekuatan 8,9 SR di pesisir timur Honshu, Jepang, memicu tsunami setinggi 10 meter dan menyebar ke Samudra Pasifik. (tempointeraktif.com)
Sedangkan dari informasi dari detik.com menyebutkan;
Tokyo - Sabtu, 12 Maret 2011 Pasca gempa dan tsunami setinggi 10 meter menerjang sejumlah wilayah Jepang, tidak sedikit warga yang kehilangan rumah. Tercatat hingga kini sekitar lebih dari 215 ribu orang berada di pengungsian darurat.

Demikian seperti disampaikan Kepolisian Nasional Jepang dan dilansir AFP, Sabtu (12/3/2011). Tempat pengungsian darurat tersebut diketahui berada di sebelah timur dan juga barat Jepang.

Dari total jumlah pengungsi tersebut, sekitar 100 ribu merupakan para pengungsi dari area pusat pembangkit nuklir yang ada di wilayah Fukushima. Diketahui bahwa kebocoran radiasi dari reaktor nuklir yang ada di wilayah itu mengancam para warganya.

Sementara itu, jumlah penduduk yang kehilangan rumah diperkirakan terus bertambah. Hal ini seiring dengan pengakuan pihak Kepolisian yang belum mendapat laporan dari wilayah Miyagi, dimana ratusan orang dilaporkan tewas.

Dikhawatirkan juga, ribuan orang di Miyagi masih terjebak dalam reruntuhan bangunan, yang sempat dikepung banjir akibat tsunami kemarin.

Terakhir, KBRI Tokyo melansir data terbaru soal korban tewas dari media Jepang, NHK. Tercatat jumlah korban tewas dan hilang gempa dan tsunami di Jepang bertambah menjadi 1.312 orang. Rinciannya 612 orang meninggal dan 700 orang masih hilang.

Transportasi di Tokyo yang masih aktif, yakni subway dan bus kota. Bandara Internasional Narita sudah mulai aktif, sedangkan Bandara Haneda masih ditutup dengan alasan keamanan.

Gempa di Jepang terjadi pukul 12.46 WIB, Jumat (11/3) kemarin dan berpusat di 373 km timur laut Tokyo. Prefektur Miyagi menderita kerusakan paling parah.

sumber: http://www.hilmifirdaus.com

Kalah melawan Alqur'an Prof. DR. Jeffrey Lang masuk Islam


REPUBLIKA.CO.ID-Sejak kecil Dr Jeffrey Lang dikenal ingin tahu. Ia kerap mempertanyakan logika sesuatu dan mengkaji apa pun berdasarkan perspektif rasional. “Ayah, surga itu ada?” tanya Jeffrey kecil suatu kali kepada ayahnya tentang keberadaan surga, saat keduanya berjalan bersama anjing peliharaan mereka di pantai. Bukan suatu kejutan jika kelak Jeffrey Lang menjadi profesor matematika, sebuah wilayah dimana tak ada tempat selain logika.
Saat menjadi siswa tahun terakhir di Notre Dam Boys High, sebuah SMA Katholik, Jeffrey Lang memiliki keberatan rasional terhadap keyakinan akan keberadaan Tuhan. Diskusi dengan pendeta sekolah, orangtuanya, dan rekan sekelasnya tak juga bisa memuaskannya tentang keberadaan Tuhan. “Tuhan akan membuatmu tertunduk, Jeffrey!” kata ayahnya ketika ia membantah keberadaan Tuhan di usia 18 tahun.

Ia akhirnya memutuskan menjadi atheis pada usia 18 tahun, yang berlangsung selama 10 tahun ke depan selama menjalani kuliah S1, S2, dan S3, hingga akhirnya memeluk Islam.

Adalah beberapa saat sebelum atau sesudah memutuskan menjadi atheis, Jeffrey Lang mengalami sebuah mimpi. Berikut penuturan Jeffrey Lang tentang mimpinya itu:

Kami berada dalam sebuah ruangan tanpa perabotan. Tak ada apa pun di tembok ruangan itu yang berwarna putih agak abu-abu.

Satu-satunya ‘hiasan’ adalah karpet berpola dominan merah-putih yang menutupi lantai. Ada sebuah jendela kecil, seperti jendela ruang bawah tanah, yang terletak di atas dan menghadap ke kami. Cahaya terang mengisi ruangan melalui jendela itu.

Kami membentuk deretan. Saya berada di deret ketiga. Semuanya pria, tak ada wanita, dan kami semua duduk di lantai di atas tumit kami, menghadap arah jendela.

Terasa asing. Saya tak mengenal seorang pun. Mungkin, saya berada di Negara lain. Kami menunduk serentak, muka kami menghadap lantai. Semuanya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Kami serentak kami kembali duduk di atas tumit kami. Saat saya melihat ke depan, saya sadar kami dipimpin oleh seseorang di depan yang berada di sisi kiri saya, di tengah kami, di bawah jendela. Ia berdiri sendiri. Saya hanya bisa melihat singkat punggungnya. Ia memakai jubah putih panjang. Ia mengenakan selendang putih di kepalanya, dengan desain merah. Saat itulah saya terbangun.

Sepanjang sepuluh tahun menjadi atheis, Jeffrey Lang beberapa kali mengalami mimpi yang sama. Bagaimanapun, ia tak terganggu dengan mimpi itu. Ia hanya merasa nyaman saat terbangun. Sebuah perasaan nyaman yang aneh. Ia tak tahu apa itu. Tak ada logika di balik itu, dan karenanya ia tak peduli kendati mimpi itu berulang.

Sepuluh tahun kemudian, saat pertama kali memberi kuliah di University of San Fransisco, dia bertemu murid Muslim yang mengikuti kelasnya. Tak hanya dengan sang murid, Jeffrey pun tak lama kemudian menjalin persahabatan dengan keluarga sang murid. Agama bukan menjadi topik bahasan saat Jeffrey menghabiskan waktu dengan keluarga sang murid. Hingga setelah beberapa waktu salah satu anggota keluarga sang murid memberikan Alquran kepada Jeffrey.

Kendati tak sedang berniat mengetahui Islam, Jeffrey mulai membuka-buka Alquran dan membacanya. Saat itu kepalanya dipenuhi berbagai prasangka.

“Anda tak bisa hanya membaca Alquran, tidak bisa jika Anda tidak menganggapnya serius. Anda harus, pertama, memang benar-benar telah menyerah kepada Alquran, atau kedua, ‘menantangnya’,” ungkap Jeffrey.

Ia kemudian mendapati dirinya berada di tengah-tengah pergulatan yang sangat menarik. “Ia (Alquran) ‘menyerang’ Anda, secara langsung, personal. Ia (Alquran) mendebat, mengkritik, membuat (Anda) malu, dan menantang. Sejak awal ia (Alquran) menorehkan garis perang, dan saya berada di wilayah yang berseberangan.”

“Saya menderita kekalahan parah (dalam pergulatan). Dari situ menjadi jelas bahwa Sang Penulis (Alquran) mengetahui saya lebih baik ketimbang diri saya sendiri,” kata Jeffrey. Ia mengatakan seakan Sang Penulis membaca pikirannya. Setiap malam ia menyiapkan sejumlah pertanyaan dan keberatan, namun selalu mendapati jawabannya pada bacaan berikutnya, seiring ia membaca halaman demi halaman Alquran secara berurutan.

“Alquran selalu jauh di depan pemikiran saya. Ia menghapus aral yang telah saya bangun bertahun-tahun lalu dan menjawab pertanyaan saya.” Jeffrey mencoba melawan dengan keras dengan keberatan dan pertanyaan, namun semakin jelas ia kalah dalam pergulatan. “Saya dituntun ke sudut di mana tak ada lain selain satu pilihan.”

Saat itu awal 1980-an dan tak banyak Muslim di kampusnya, University of San Fransisco. Jeffrey mendapati sebuah ruangan kecil di basement sebuah gereja di mana sejumlah mahasiswa Muslim melakukan sholat. Usai pergulatan panjang di benaknya, ia memberanikan diri untuk mengunjungi tempat itu.

Beberapa jam mengunjungi di tempat itu, ia mendapati dirinya mengucap syahadat. Usai syahadat, waktu shalat dzuhur tiba dan ia pun diundang untuk berpartisipasi. Ia berdiri dalam deretan dengan para mahasiswa lainnya, dipimpin imam yang bernama Ghassan. Jeffrey mulai mengikuti mereka shalat berjamaah.

Jeffrey ikut bersujud. Kepalanya menempel di karpet merah-putih. Suasananya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Ia lalu kembali duduk di antara dua sujud.

“Saat saya melihat ke depan, saya bisa melihat Ghassan, di sisi kiri saya, di tengah-tengah, di bawah jendela yang menerangi ruangan dengan cahaya. Dia sendirian, tanpa barisan. Dia mengenakan jubah putih panjang. Selendang (scarf) putih menutupi kepalanya, dengan desain merah.”

“Mimpi itu! Saya berteriak dalam hati. Mimpi itu, persis! Saya telah benar-benar melupakannya, dan sekarang saya tertegun dan takut. Apakah ini mimpi? Apakah saya akan terbangun? Saya mencoba fokus apa yang terjadi untuk memastikan apakah saya tidur. Rasa dingin mengalir cepat ke seluruh tubuh saya. Ya Tuhan, ini nyata! Lalu rasa dingin itu hilang, berganti rasa hangat yang berasal dari dalam. Air mata saya bercucuran.”

Ucapan ayahnya sepuluh tahun silam terbukti. Ia kini berlutut, dan wajahnya menempel di lantai. Bagian tertinggi otaknya yang selama ini berisi seluruh pengetahuan dan intelektualitasnya kini berada di titik terendah, dalam sebuah penyerahan total kepada Allah SWT.

Jeffrey Lang merasa Tuhan sendiri yang menuntunnya kepada Islam. “Saya tahu Tuhan itu selalu dekat, mengarahkan hidup saya, menciptakan lingkungan dan kesempatan untuk memilih, namun tetap meninggalkan pilihan krusial kepada saya,” ujar Jeffrey kini.

Jeffrey kini professor jurusan matematika University of Kansas dan memiliki tiga anak. Ia menulis tiga buku yang banyak dibaca oleh Muslim AS: Struggling to Surrender (Beltsville, 1994); Even Angels Ask (Beltsville, 1997); dan Losing My Religion: A Call for Help (Beltsville, 2004). Ia memberi kuliah di banyak kampus dan menjadi pembicara di banyak konferensi Islam.

Ia memiliki tiga anak, dan bukan sebuah kejutan anaknya memiliki rasa keingintahuan yang sama. Jeffrey kini harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sama yang dulu ia lontarkan kepada ayahnya. Suatu hari ia ditanya oleh anak perempuannya yang berusia delapan tahun, Jameelah, usai mereka shalat Ashar berjamaah. “Ayah, mengapa kita shalat?”

“Pertanyaannya mengejutkan saya. Tak sangka berasal dari anak usia delapan tahun. Saya tahu memang jawaban yang paling jelas, bahwa Muslim diwajibkan shalat. Tapi, saya tak ingin membuang kesempatan untuk berbagi pengalaman dan keuntungan dari shalat. Bagaimana pun, usai menyusun jawaban di kepala, saya memulai dengan, ‘Kita shalat karena Tuhan ingin kita melakukannya’,”

“Tapi kenapa, ayah, apa akibat dari shalat?” Jameela kembali bertanya. “Sulit menjelaskan kepada anak kecil, sayang. Suatu hari, jika kamu melakukan shalat lima waktu tiap hari, saya yakin kami akan mengerti, namun ayah akan coba yang terbaik untuk menjawan pertanyaan kamu.”
Red: Johar Arif
Sumber: Islam.thetruecall.com

Kamis, 10 Maret 2011

Detik-detik meninggalnya rasulullah SAW

Detik-detik Meninggalnya Rasulullah SAW


Saudaraku seiman, kami ingin menceritakan kisah detik-detik terakhir meninggalnya Rasulullah SAW. Kami sangat terkesan dan ingin mengabarkannya kepada umat muslim tentang kisah ini karena di dalamnya banyak mengandung nasehat dan wasiat terakhir Rasulullah SAW menjelang wafatnya beliau. Setiap kali kami membaca kisah ini, selalu air mata menggelinang di pelupuk mata kami. Dada serasa sesak, rasa haru dan kerinduan ingin berjumpa Rasulullah SAW selalu muncul saat membaca kisah ini. Semoga dengan membaca kisah ini, semakin tumbuh kuat rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW sehingga menguatkan hati kita untuk selalu mengikuti sunah-sunah Rasulullah SAW dalam kehidupan kita.
Ketika Rasulullah SAW melaksanakan Haji Wada' (perpisahan) turunlah firman Allah SWT yang artinya: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamaku, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai islam itu menjadi agama bagimu." (QS. Al Maidah: 3) Maka menangislah Abu Bakar As-Shiddiq R.A., Bersabdalah Rasulullah SAW: "Apa yang membuatmu menangis dalam ayat tersebut?" Abu Bakar R.A. menjawab: "ini adalah berita kematian Rasulullah SAW."

Sekembali dari haji wada' dan kurang dari tujuh hari wafatnya Beliau, turunlah ayat Al-Qur'an yang paling terakhir: "Dan perihalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah SWT. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (QS. Al Baqarah : 281)

Rasulullah SAW mulai kelihatan sakit. Beliau bersabda: "Aku ingin mengunjungi suhada Uhud", maka Beliaupun berangkat pagi menuju Jabal Uhud di awal-awal Bulan Shafar Tahun 11 H. Lalu Beliau berdiri di atas makam suhada dan berkata: "Assalamu'alaikum wahai suhada Uhud, kalian adalah orang-orang yang mendahului (kami), dan kami insya Allah akan menyusul kalian, dan sesungguhnya aku, insya Allah akan menyusul (kalian)."

Kemudian Rasulullah pulang sambil menangis. Maka para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: "Apa yang membuat Anda menangis ya Rasulullah?" Beliau bersabda: "Aku merindukan saudara-saudara seiman." Mereka berkata: "Bukankah kami adalah saudaramu seiman wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Bukan kalian adalah sahabat-sahabatku, adapun saudara-saudara seimanku adalah suatu kaum yang datang setelahku, mereka beriman kepadaku sedang mereka belum pernah melihatku." Betapa mulianya Beliau, dimana sempat menagis merindukan kita (umatnya?!), akankah kita tidak merindukkannya?. Mudah-mudahan kita semua termasuk saudara-saudara seiman yang dirindukan Rasulullah SAW. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Amiiin.

Pada Hari Senin Tanggal 29 Shafar, Beliau menghadiri pemakaman jenasah di Baqi'. Ketika pulang beliau merasa pusing di kepala dan panas badannya tinggi. Maka beliau pun mulai sakit dan bertambah parah. Selama sakitnya itu beliau tetap menjadi imam shalat selama 11 hari masa sakit beliau (sekitar 13-14 hari). Empat hari sebelum beliau wafat, pada waktu shalat isya' Beliau meminta Abu Bakar R.A. menggantikannya menjadi imam shalat.

Tiga hari sebelum beliau wafat, sakitnya bertambah parah. Saat itu beliau berada di rumah Sayyidah Maimunah, Beliau bersabda: "Kumpullah istri-istriku." Maka berkumpullah istri-istri beliau, Beliau bersabda: "Apakah kalian mengizinkan aku tinggal di rumah 'Aisyah?" Maka mereka menjawab: "Kami mengizinkan Anda wahai Rasulullah." Kemudian beliau berkeinginann untuk berdiri, akan tetapi beliau tidak mampu. Datanglah Ali bin Abi Thalib dan Al Fadl ibn Abbas, maka merekapun membopong Rasulullah SAW ke rumah Aisyah RA. Adapun para sahabat baru pertama kalinya melihat Rasulullah SAW dibopong di atas dua tangan. Maka berkumpullah para sahabat dan mereka berkata: "Ada apa dengan Rasulullah, apa yang terjadi dengan Rasulullah?

Mulailah orang-orang berkumpul di dalam masjid termasuk para sahabat. Nabi SAW dibawa ke rumah Aisyah RA. Mulailah seluruh tubuh dan wajah Rasulullah SAW mengucurkan keringat. Berkatalah 'Aisyah RA: "Sungguh belum pernah aku melihat ada seorang manusia yang berkeringat deras seperti ini." Maka beliau mengambil tangan Rasulullah SAW dan dengannya dia mengusap keringat beliau. (Maka mengapakah dia mengusap keringat dengan tangan beliau dan tidak dengan tangannya sendiri?) Aisyah berkata: "Sesungguhnya tangan Rasulullah lebih lembut dan lebih mulia daripada tanganku, oleh karena itulah aku mengusap keringat beliau dengan tangan beliau dan tidak dengan tanganku." (Inilah bentuk penghormatan terhadap Rasulullah SAW.)

Aisyah RA berkata: "Aku mendengar beliau berkata: "Laa ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat, Laa ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat."

Mulailah suara-suara di masjid menjadi gaduh. Bersabdalah Nabi SAW: "Apa ini?" Berkatalah 'Aisyah: "Sesungguhnya manusia mengkhawatirkan Anda ya Rasulullah." Beliaupun bersabda: "Bawalah aku kepada mereka." Maka beliau ingin bangun, tetapi tidak mampu. Maka para sahabat menyiramkan air tujuh qirbah (timba) kepada beliau hingga beliau bangkit, dan membawa beliau naik di atas mimbar.

Jadilah Khutbah tersebut khutbah terakhir beliau dan doa terakhir beliau. Rasulullah SAW bersabda: "Wahai manusia, kalian mengkhawatirkanku?" Mereka menjawab: "Ya, wahai Rasulullah." Bersabdalah Rasulullah SAW: "Sesungguhnya tempat perjanjian kalian dengan aku bukanlah di dunia, tempat perjanjian kalian denganku adalah di haudh ( telaga). Demi Allah, sungguh seakan-akan aku sekarang sedang melihat kepadanya di depan aku ini. Wahai manusia, demi Allah, tidaklah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah dibukanya dunia atas kalian, sehingga kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya, sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah berlomba-lomba mendapatkannya. Maka dunia itu akan membinasakan orang-orang sebelum kalian."

Kemudian beliau bersabda: " Allah.. Allah, shalat, Allah.. Allah, shalat." (Maksudnya: Aku bersumpah demi Allah terhadap kalian agar kalian menjaga shalat) beliau terus mengulang-nguangnya, lantas bersabda: "Wahai manusia, bertakwalah kalian tehadap kaum wanita, aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap kaum wanita." Inilah dua wasiat terakhir Rasulullah SAW. Menyuruh kita untuk menjaga Shalat dan memuliakan kaum wanita.

Kemudian beliau bersbda: "Wahai manusia, sesungguhnya ada seorang hamba, yang Allah SWT telah memberikan pilihan kepadanya antara dunia dan antara apa yang ada di sisi-Nya, maka dia memilih apa yang ada di sisi-Nya." Tidak ada yang bisa memahami siapakah yang dimaksud seorang hamba oleh Rasulullah SAW tadi, padahal yang dimaksud oleh Rasulullah SAW adalah beliau sendiri. Allah SWT telah memberikan pilihan kepada beliau dan tidak ada seorang pun yang paham selain Abu Bakar As-shiddiq RA. Dan kebiasaan para sahabat adalah diam saat Rasulullah berbicara. Saat Abu Bakar mendengar perkataan Rasulullah, dia tidak mampu menguasai dirinya, dengan serta merta dia menangis sesunggukan, seketika itu pula dia memotong pembicaraan Rasulullah SAW, dia berkata: "Kami tebus Anda dengan bapak-bapak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan ibu-ibu kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan anak-anak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan istri-istri kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan harta-harta kami wahai Rasulullah." Dia mengulang-ngulangnya, sementara para sahabat melihat kepadanya dengan pandangan heran, bagaimana dia berani memotong khutbah Rasululah SAW.

Rasulullah SAW besabda: "Wahai manusia, tidak ada seorangpun diantara kalian yang memiliki keutamaan disisi kami melainkan kami telah membalasnya, kecuali Abu Bakar, aku tidak mampu membalasnya, maka aku tinggalkan balasannya kepada Allah SWT. Setiap pintu menuju masjid ditutup kecuali pintu Abu Bakar RA tidak akan ditutp selamanya."

Kemudian mulailah beliau berdo'a untuk mereka dan berkata pada akhir do'a beliau: "Mudah-mudahan Allah menetapkan kalian, mudah-mudahan Allah menjaga kalian, mudah-mudahan Allah menolong kalian, mudah-mudahan Allah meneguhkan kalian, mudah-mudahan Allah menguatkan kalian, mudah-mudahan Allah menjaga kalian."

Dan perkataan terakhir beliau sebelum turun dari atas mimbar sambil menghadapkan wajahnya kepada umatnya dari atas mimbar adalah: "Wahai manusia sampaikan salamku kepada orang yang mengikutiku di antara umatku hingga hari kiamat." Setelah itu beliau dibawa kembali ke rumah beliau. Subhanallah.., sungguh besar cinta Beliau kepada kita, umatnya.

Masuklah Abdurrahman Ibnu Abu BAkar, dan di tangannya ada sebatang siwak. Beliau terus melihat ke arah siwak tersebut tetapi tidak mampu berkata aku menginginkan siwak. Aisyah RA berkata: "Aku paham dari dua pandangan beliau bahwa beliau menginginkan siwak tersebut. maka aku ambil siwak itu darinya (dari Abdurrahman Ibnu Abu Bakar), kemudian aku letakkan dimulutku, agar aku melunakkanya untuk Nabi SAW, kemudian aku berikan siwak tersebut kepada beliau. Maka sesuatu yang paling akhir masuk ke perut Nabi SAW adalah air ludahku." Aisyah berkata: "Termasuk sebuah keutamaan dari Rabb-ku atasku adalah Dia telah menggumpalkan antara air ludahku dengan ludah Nabi SAW sebelum beliau wafat."

Kemudian masuklah putri beliau Fatimah RA pada waktu dhuha di Hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun 11 H, lalu ia menangis saat masuk kamar Rasulullah SAW. Dia menangis karena setiap kali dia masuk untuk menemui Rasulullah SAW beliau berdiri dan menciumnya diantara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah bersabda kepadanya: "Mendekatlah kemari wahai Fathimah." Beliupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis." Maka beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya: "Mendekatlah kemari wahai Fathimah." Beliupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka dia pun tertawa.

Maka setelah kematian Rasulullah SAW, mereka bertanya kepada Fathimah RA: "Apa yang telah dibisikkan Rasulullah SAW kepadamu hingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa?" Fathimah berkata: "Pertama kalinya beliau berkata kepadaku: "Wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini." Maka akupun menangis. Maka saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku: "Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yang pertama kali akan bertemu kepadaku." Maka akupun tertawa.

Rasulullah memanggil Hasan dan Husein, beliau menciumi keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Nabi SAW memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kepada seluruh manusia yang hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ngulang wasiat itu.

Rasa sakitpun terasa semaikin berat, maka beliau bersabda: "Keluarkanlah siapa saja dari rumahku." Beliau bersabda: "Mendekatlah kepadaku wahai Aisyah!" Beliaupun tidur di dada istrinya Aisyah. Aisyah berkata: "Beliau mengangkat tangan beliau seraya berkata: "Bahkan Ar-Rafiqul A'la, bahkan Ar- Rafiqul A'la." Maka ketahuilah bahwa di sela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunia atau Ar-Rafiqul A'la.

Masuklah Malaikat Jibril AS menemui Rasulullah seraya berkata: "Malaikat Maut ada di depan pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu." Maka beliau berkata kepadanya: "Izinkan untuknya wahai Jibril." Masuklah Malaikat Maut seraya berkata: "Assalamu'alaikum wahai Rasulullah, Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu Allah di akhirat." Maka Nabi SAW bersabda: "Bahkan aku memilih Rafiqul A'la (Teman yang Tinggi), bahkan aku memilih Rafiqul A'la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah SWT yaitu: para Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yang sebaik-baiknya."

Aisyah menuturkan bahwa sebelum Rasulullah wafat, ketika beliau bersandar di dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo'a: " Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiqul a'la. Ya Allah, (aku minta) ar-rafiqul A'la, Ya Allah, (aku minta) ar-rafiqul A'la."

Berdirilah Malaikat Maut di sisi kepala Rasulullah SAW dan berkata: "Wahai roh yang bagus, roh Muhammad Ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yang ridha dan tidak murka!"

Sayyidah Aisyah berkata: "Maka jatuhlah tangan Nabi SAW dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat." Dia berkata: "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tidak ada yang aku perbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yang disana ada para sahabat, dan kukatakan: "Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat." Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali ibn Abi Thalib RA terduduk karena beratnya kabar tersebut, Ustman bin Affan seperti anak kecl mengerak-gerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri. Adapun Umar bin Khattab RA berkata: "Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku, beliau hanya pergi menemui Rabb-nya, sebagaimana Musa AS pergi untuk menemui Rabb-nya."

Adapun orang yang paling tegar adalah Abu Bakar RA, dia masuk kepada Rasulllah SAW, memeluk beliau dan berkata: "Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku." Kemudian dia mencium Nabi SAW dan berkata: "Anda mulia hidup dan dalam keadaan mati."

Keluarlah Abu Bakar RA menemui manusia dan berkata: "Barang siapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati." Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menagis sendiri."

Innalillahi wa innailaihi raji'un, telah berpulang ke rahmatullah, orang yang paling mulia, orang yang paling kita kasihi dan kita cintai, Rasulullah SAW, pada waktu dhuha Hari Senin tanggal 12 Rabbiul Awwal Tahun 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. Semoga Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.
Diambil dari http://www.kbiharofahmalang.com/materi-172-detikdetik-meninggalnya-rasulullah-saw.html

Jumat, 11 Februari 2011

Pemeliharaan Ikan Lele

Pada waktu kebutuhan akan ikan segar makin besar saat ini, alternatif ternak ikan Lele menjadi pilihan paling tepat. Sekarang ini kebutuhan terhadap ikan Lele dimasyarakat semakin meningkat ditandai dengan pengimporan ikan Lele dari negara jiran (Malaysia) dan naiknya harga ikan Lele dalam negeri yang sekarang ini mencapai Rp. 18.000'- per kilonya

Untuk pemeliharaan Ikan Lele dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan cara tradisional maupun dengan cara semi intensif sampai kepada tahap intensif.
Pada kesempatan ini kita akan mencoba mengulas pemeliharaan Ikan Lele pada tahap semi intensif.
Pemeliharaan Ikan Lele:
1. Untuk induk dimasukkan kedalam tempat 1 m2 untuk 20 ekor ikan betina dan 10 ekor jantan pada musim kawin

Mengunci folder tanpa software

Kadang kala kita ingin menyimpan file yang tidak ingin orang lain membacanya, selain kita dapat membuat password untuk file word atau excel kita dapat juga menyimpan file tersebut ke dalam folder yang terkunci secara manual. Folder tersebut terkunci melalui perintah yang dibuat melalui wordpad atau notepad, berikut langkahnya:
1. Bikin new text document dengan wordpad atau Notepad
2. Masukkan scrip dibawah ini kedalam text document
@ECHO OFF
titipan kunci folder
if EXIST "Control Panel

Kamis, 10 Februari 2011

Al Qur'an sebagai Pembela

Al Qur'an sebagai Pembela

Kadang karena kesibukan kita dalam kehidupan dunia ini, kita jarang atau bahkan lupa dan tak pernah sekalipun untuk mencoba membaca al Qur'an

Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."

Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."

Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"


Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."

Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.

Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"


Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."

Cara jitu menurunkan berat badan

Seseorang dengan berat badan lebih (over weight) akan berpengaruh dengan aktifitasnya mulai dari badannya yang gampang berkeringat, gerakannya kurang lincah, jalannya lamban bahkan sering sesak kalau jalan jauh atau naik tangga. Belum lagi porsi makannya yang jauh lebih besar dari orang normal dan ukuran pakaian yang harus berdesain lebih, tidak dapat memilih pakaian di tempat shopping secara bebas karena ukuran yang pas tidak ada, harus melalui penempaan ke tukang jahit.
Dalam menurunkan berat badan ada beberapa kiat yang dapat dilakukan, dan cara-cara yang umum dilakukan orang adalah dengan diet (mengurangi) konsumsi makan, obat-obatan, penyedotan lemak (tentunya dengan biaya yang tinggi) dan olah raga secara teratur. Dari banyak kiat-kiat yang dilakukan ternyata banyak orang-orang yang mengalami obesitas setelah melakukan kiat-kiat dimaksud ternyata mengalami kegagalan, padahal sudah sama-sama kita ketahui bahwa untuk mengetahui berat badan yang ideal dapat diketahui dengan rumus:
Berat ideal = Tinggi badan - 110 (dengan margin 5 keatas dan kebawah) untuk wanita
Berat ideal = Tinggi badan - 105 (dengan margin 5 keatas dan kebawah) untuk pria

Contoh 1: Seorang laki-laki yang mempunyai tinggi 165 cm, apabila menginginkan berat badan yang ideal adalah dengan mengurangi tinggi badan 165 cm - 105 = 60 kg dan dengan margin 5 keatas dan kebawah, maka berat badan 55 - 65 kg bagi seorang laki-laki dengan tinggi 165 cm masih dianggap ideal.
Contoh 2: Seorang perempuan yang mempunyai tinggi 165 cm, apabila menginginkan berat badan yang ideal adalah dengan mengurangi tinggi badan 165 cm - 110 = 55 kg dan dengan margin 5 keatas dan kebawah, maka berat badan 50 - 60 kg bagi seorang wanita dengan tinggi 165 cm masih dianggap ideal.

Kenapa seorang laki-laki dikurangi 105 dan seorang wanita dikurangi 110?
Karena seorang laki-laki itu cenderung mempunyai tulang-tulang dan otot-otot yang lebih besar dari seorang wanita dan seorang laki-laki itu akan kelihatan lebih atletis dan maskulin dengan sedikit tonjolan pada otot-ototnya, sedangkan untuk wanita lebih cenderung untuk menonjolkan sisi feminimnya tanpa perlu harus mempunyai otot-otot, dan tambahan berat 5 kg untuk laki-laki dibanding dengan wanita adalah sesuai.

Terus bagaimana menurunkan berat badan yang efektif dan efesien?
1. Adanya tekad, yaitu niat yang kuat untuk menurunkan berat badan
2. Menyadari apa kebiasaan yang sekarang ini yang tidak efektif yang perlu harus dirubah
3. Berolahraga secara teratur
4. Melakukan konsultasi kepada orang yang sudah berhasil menurunkan berat badan
5. Apabila dalam satu atau dua bulan belum berhasil, jangan putus asa tetapi tetap berkeyakinan bahwa tahap tersebut merupakan proses penurunan berat badan atau usaha yang belum maksimal.
Tunggu kiat lainnya pada edisi selanjutnya.

Rabu, 09 Februari 2011

Ternak Ayam Pedaging (Broiler)



Pada saat pulang kerja, kadang-kadang kita tidak mempunyai kegiatan untuk mengisi waktu luang yang masih tersedia sekitar 2 jam setelah Subuh sebelum berangkat kerja dan sekitar 2 - 3 jam sebelum menjelang Magrib. Dengan mengisi waktu yang terluang untuk kegiatan yang menguntungkan, serta dapat juga dengan mempekerjakan seorang yang bertugas untuk menjaga dan mengawasi keadaan ternak dan tentunya pemilihan tempat peternakan yang jauh dari pemukiman penduduk, misalnya kebun atau sawah.
Sungguh kebutuhan masyarakat akan daging segar sangat belum tercukupi dengan pasokan daging di beberapa daerah, sehingga beternak ayam pedaging (Broiler) atau yang lebih dikenal dengan ayam potong di beberapa daerah mempunyai prospek yang cerah.

Daging ayam merupakan daging favorit di negara kita, karena hampir 100% orang Indonesia suka makan daging ayam. Sehingga berbisnis ternak ayam potong merupakan peluang yang sangat bagus untuk dikembangkan. Beberapa waktu yang lalu, bisnis ayam potong sempat mengalami kemunduran ketika flu burung melanda dunia. Banyak pengusaha ayam potong yang gulung tikar karena daging ayam menjadi “tersangka” utama sehingga menyebabkan orang takut mengkonsumsi daging ayam lagi. Sekarang isu flu burung sudah perlahan menghilang, inilah prospek cerah untuk beternak ayam potong yang mulai menguat kembali.

Ayam yang umum dikembangkan sebagai ayam potong adalah ayam ras pedaging atau broiler. Ayam ras pedaging tersebut merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Selain itu ayam broiler juga meiliki kelebihan karena hanya dengan waktu 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.

Untuk memulai usaha di bidang ternak ayam ini, persiapan sarana, prasarana, dan peralatan harus maksimal. Hal yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Kandang

Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras yaitu:

- Persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35º C

- Kelembaban berkisar antara 60-70%

- Penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada

- Tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang

- Model kandang disesuaikan dengan umur ayam, untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang baterai.

2. Peralatan

- Litter (alas lantai)

Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.

- Indukan atau brooder

Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.

- Tempat bertengger

Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.

-Tempat makan, minum dan tempat grit

Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus

- Alat-alat yang lainnya

Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.

3. Pembibitan
Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya
b. pertumbuhan dan perkembangannya normal
c. ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.
d. tidak ada lekatan tinja di duburnya.

Pemilihan Bibit dan Calon Induk
Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/ DOC (Day Old Chicken)/ ayam umur sehari:

a. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.

b. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .

c. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.

d. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.

e. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.

f. Tidak ada letakan tinja diduburnya.

Sementara untuk pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:

a. Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah
sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.

b. Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.

Analisa Ekonomi:
a. Pengeluaran
1). Modal tetap, meliputi:
a) Kandang ayam ukuran 3x3 m : 5 buah         :Rp.   350.000,-
b) Tempat minum ayam : 10 buah                :Rp.     70.000,-
c) Tempat makan ayam : 10 buah                :Rp.     60.000,-
d) Lampu penerangan : 4 buah                  :Rp.     20.000,-
Jumlah                                        :Rp.   500.000,-
 
2).Modal tidak tetap, meliputi:
a) Pembelian anakayam sebanyak 200 ayam @ 6500:Rp.  1.300.000,-
b) Pembelian Kosentrat (BR) 5 karung @50 kg   :Rp.  1.450.000,-
c) Pembelian obat-obatan                      :Rp.    150.000,-
d) Biaya listrik                              :Rp.     50.000,-
Jumlah                                        :Rp.  2.950.000,-
Modal total                                   :Rp.  3.450.000,-
 
3).Penyusutan modal tidak tetap               :Rp.     50.000,-
Total pengeluaran                             :Rp.  3.000.000,-
 
Hasil yang diharapkan dalam satu kali periode panen usaha ini,Bobot

berat ayam sekarang menjadi + 1,5 kg - 2 kg dari berat sebelumnya.
b. Pemasukan
Catatan = Harga 1kg daging ayam (kepedagang)   :Rp.    15.000,-
1). Hasil penjualan ayam
Pada kandang ukuran 3x3 m @1.5kg               :Rp.    22.500,-
Maka : 50 ayam x Rp.22.500,-                   :Rp.  1.125.000,-
2).Karena ada 5buah kandang ayam,
maka 5 x Rp. 1.125.000,-                       :Rp.  5.625.000.-
3).Kemungkinan ayam yang mati = 5% (10 ekor)   :Rp.    225.000.-
4).Jadi total pendapatan                       :Rp.  5.400.000,-
c. Keuntungan                                  :Rp.  2.400.000’-
Laba bersih selama 1 periode panen(4-5minggu)  :Rp.  2.400.000,-

Diolah dari “Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas”

Selasa, 09 November 2010

Fathimah az-zahra rha dan Gilingan Gandum


Search Engine Submission - AddMe

Fathimah az-zahra rha dan Gilingan Gandum

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra rha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, "apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fathimah rha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis". Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'aliy (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah". Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".

Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam sorga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, "jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?. Ya Fathimah, apabil seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang". Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".

Selasa, 02 November 2010

Allah telah memalingkan hati kaum Yahudi dari kebenaran

Dialog Rasulullah SAW dengan Pendeta Yahudi
Dipublikasi pada Selasa, 02 Nopember 2010
Topik: Kisah & Hikmah

Disalin dari Aldakwah.org--Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya hadits dari Aban, ia berkata:

Aku sedang berada di samping Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu datang seorang pendeta Yahudi. Ia berkata, "Salam sejahtera kepadamu Wahai Muhammad." Mendengar salamnya, aku langsung mendorongnya. Ia pun jatuh tersungkur dan nyaris pingsan. Ia berkata, "Kenapa Anda mendorongku seperti itu?" Aku berkata, "Kenapa Anda tidak mengatakan, 'Wahai Rasulullah'.?" Pendeta Yahudi itu berkata, "Sesungguhnya aku memanggilnya dengan nama yang diberikan keluarganya."
Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya nama yang diberikan keluargaku kepadaku adalah Muhammad!" Pendeta Yahudi tadi berkata, "Saya datang kepadamu untuk menanyakan beberapa hal." Beliau berkata, "Apakah ada gunanya bagimu kalau aku menjawab pertanyaanmu ?" Maka dia menjawab, "Aku akan mendengarkan dengan kedua telingaku."
Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memotong kayu yang beliau bawa dan bersabda, "Silahkan bertanya !" Pendeta Yahudi bertanya, "Di mana manusia berada ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain?" Beliau menjawab, "Mereka berada pada dzulmah (kegelapan)."
Dia bertanya lagi, "Siapakah orang yang pertama kali lolos pada Hari Kiamat ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Orang-orang fakir dari kalangan kaum Muhajirin."
Pendeta Yahudi tadi bertanya, "Apa hidangan untuk mereka ketika mereka masuk surga ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Seketul daging pada hati ikan paus."
Pendeta Yahudi bertanya, "Apa makanan siang mereka setelah itu ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Disembelihkan untuk mereka sapi jantan surga yang makanan sehari-harinya adalah rumput surga."
"Apa minuman mereka ?" Tanya si Yahudi lagi. Dijawab oleh beliau, "Dari mata air yang bernama Salsabila."
Pendeta Yahudi itu berkata, "Anda benar !" Lalu katanya, "Saya datang kepadamu untuk menanyakan masalah yang hanya diketahui oleh nabi atau satu atau dua orang saja.!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Adakah kegunaan bagimu kalau aku berbicara denganmu ?" Dia menjawab, "Aku akan mendengarkan perkataan Anda dengan kedua telingaku."
Pendeta Yahudi itu melanjutkan, "Aku ingin menanyakanmu tentang proses pembentukan bayi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Sperma laki-laki berwarna putih sedangkan sperma wanita berwarna kuning. Jika kedua sperma tersebut bertemu, kemudian sperma laki-laki berada di atas sperma wanita, maka kedua sperma tersebut membentuk anak laki-laki dengan izin Allah Ta'ala. Sebaliknya jika sperma wanita berada di atas sperma laki-laki, maka kedua sperma itu membentuk anak wanita dengan izin Allah Ta'ala."
Pendeta Yahudi tadi berkata, "Anda benar dan tidak ragu lagi bahwa anda adalah seorang nabi." Setelah itu dia menyelonong keluar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Pendeta Yahudi tadi banyak (bertanya) masalah kepadaku sementara aku tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang masalah-masalah yang ditanyakan sehingga Allah Azza wa Jalla datang membawa jawaban masalah-masalah tadi." (Diriwayatkan Muslim)
Dalam Shahih Bukari diriwayatkan hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
Bahwa Abdullah bin Salam mendengar kedatangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Madinah. Abdullah bin Salam ketika itu sedang berada di perkebunan kurma tengah memanen kurma. Lalu ia mendatangi beliau dan berkata, "Aku ingin bertanya kepadamu tentang tiga perkara dan hanya nabi yang bisa menjawab pertanyaan tadi.! Apa tanda-tanda pertama terjadinya Hari kiamat ? Apa makanan pertama kali penghuni surga ? Seorang bayi itu meniru ayahnya atau ibunya ?"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Jibril belum lama memberitahu aku semua hal di atas." Abdullah bin Salam berkata, "Jibril ?" Kata Beliau lebih lanjut, "Ya betul, Jibril. Dialah malaikat yang paling dimusuhi orang-orang Yahudi." Kemudian beliau membaca ayat, "Katakanlah, 'Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah' (QS. Al-Baqarah (2): 91). Tanda-tanda pertama Hari Kiamat adalah api yang menghimpun seluruh manusia dari timur hingga barat. Makanan pertama kali di makan penghuni surga adalah seketul daging pada hati ikan paus. Jika sperma laki-laki lebih dahulu masuk daripada sperma wanita, maka lahirlah anak laki-laji dan jika sperma wanita lebih dahulu masuk daripada sperma laki-laki, maka membentuk anak wanita."
Abdullah bin Salam berkata, "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan saya bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah. Ya, Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang susah dipegang ucapannya.. Jika mereka mengetahui ke-Islamanku sebelum engkau bertanya kepada mereka, pasti mereka tidak mempercayaiku."
Tidak lama kemudian datanglah orang-orang Yahudi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bertanya kepada mereka, "Bagaimana kedudukan Abdullah bin Sallam di kalangan kalian ?" Mereka menjawab, "Abdullah bin Sallam adalah orang terbaik yang kami miliki dan anak yang terbaik yang kami miliki. Ia adalah tokoh kami dan anak tokoh kami."
Kata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Bagaimana pendapat kalian kalau Abdullah bin Salam masuk Islam.?" Mereka menjawab, "Semoga Allah menjauhkannya dari masuk Islam." Kemudian Abdullah bin Salam keluar dan berkata, "Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Orang-orang Yahudi tadi berkata, "Engkau adalah orang yang paling jelek yang kami miliki dan anak orang yang paling jelek yang kami miliki." Mereka semua merendahkan martabat Abdullah bin Salam. Abdullah bin Salam berkata, "Inilah yang saya khawatirkan wahai Rasulullah." (Diriwayatkan Bukhari)

Dialog Ja'far dengan rafidhah



Apabila kita membaca atau berdialog dengan pengikut Mazhab Syi‘ah, mereka seringkali mengidentitikan diri mereka sebagai pengikut Mazhab Ahl al-Bait. Dakwaan ini akan kita kaji seterus ini.
Yang dimaksudkan dengan Ahl al-Bait Rasulullah.
Perkataan Ahl digunakan bagi seorang lelaki untuk merujuk kepada kabilahnya (عشيرته), orang-orangnya (ذو) dan kaum kerabatnya[1] Contoh penggunaannya boleh dirujuk di dalam al-Qur’an:
Setelah Musa menyempurnakan tempoh kerjanya itu dan berjalan dengan isterinya (Ahl), ia melihat (dalam perjalanannya itu) api dari sebelah Gunung Tursina. (Ketika itu) berkatalah ia kepada isterinya (Ahl): “Berhentilah; sesungguhnya aku ada melihat api, semoga aku dapat membawa kepada kamu sesuatu berita dari situ, atau sepuntung dari api itu, supaya kamu dapat memanaskan diri.” [al-Qasas 28:29] Perkataan Ahl al-Bait merujuk kepada keluarga bagi seseorang lelaki. Contohnya ialah ayat berikut berkenaan isteri Nabi Ibrahim ‘alaihi salam:
Isteri (Nabi Ibrahim) berkata: Sungguh ajaib keadaanku! Adakah aku akan melahirkan anak padahal aku sudah tua dan suamiku ini juga sudah tua? Sesungguhnya kejadian ini suatu perkara yang menghairankan.
Malaikat-malaikat itu berkata: Patutkah engkau merasa hairan tentang perkara yang telah ditetapkan oleh Allah? Memanglah rahmat Allah dan berkatNya melimpah-limpah kepada kamu, wahai Ahl al-Bait. Sesungguhnya Allah Maha terpuji, lagi Maha Melimpah kebaikan dan kemurahanNya. [Hud 11:73]
Di sisi Ahl al-Sunnah, istilah Ahl al-Bait merujuk kepada keluarga Rasulullah yang terjalin berdasarkan ikatan penikahan (para isterinya) dan ikatan nasab (anak-anaknya termasuk ‘Ali). Di sisi Syi‘ah, Ahl al-Bait hanyalah merujuk kepada keluarga ikatan nasab Rasulullah yang terdiri daripada ‘Ali, Fathimah, Hasan dan Husain diikuti dengan keturunan mereka. Ini berdasarkan tafsiran mereka terhadap ayat 33 surah al-Ahzab yang akan kita bahas nanti, insya-Allah.
Oleh itu Syi‘ah sering kali mengistilahkan diri mereka sebagai Mazhab Ahl al-Bait. Ahl al-Sunnah tidak menerima pengistilahan ini kerana para pengikut Ahl al-Bait yang sebenar terdiri daripada mereka yang mengiktiraf kekhalifahan Abu Bakar, ‘Umar dan ‘Utsman serta mengutamakan mereka melebihi orang-orang lain, termasuk ‘Ali sendiri. Ini merupakan iktikad para Ahl al-Bait Rasulullah: ‘Ali, Fathimah, Hasan dan Husain diikuti dengan para imam keturunan mereka.[2] Antara bukti terkuat bagi perbezaan ini ialah dialog berikut antara Ja’far al-Shiddiq radhiallahu ‘anh dengan salah seorang Syi‘ah.

Dialog Ja’far al-Shiddiq dengan seorang Syi‘ah.[3]
Seorang rawi[4] menuturkan bahawa ada seorang Syi‘ah mendatangi Ja’far bin Muhammad al-Shiddiq[5] Karramallah Wajha lalu segera mengucap salam: “Assalamu‘alaikum waRahmatullahi waBarakatuhu.” Ja’far terus menjawab salam tersebut.
(Dialog pertama):
Syi‘ah tadi bertanya: Wahai putra Rasulullah, siapakah manusia terbaik setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?
Ja’far al-Shiddiq menjawab: Abu Bakar (radhiallahu ‘anh).
Syi‘ah bertanya: Mana hujahnya dalam hal itu?
Ja’far menjawab: Firman Allah Ta‘ala:

Kalau kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad) maka sesungguhnya Allah telahpun menolongnya, iaitu ketika kaum kafir (di Makkah) mengeluarkannya (dari negerinya Makkah) sedang ia salah seorang dari dua (sahabat) semasa mereka berlindung di dalam gua, ketika ia berkata kepada sahabatnya: “Janganlah engkau berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita.” Maka Allah menurunkan semangat tenang tenteram kepada (Nabi Muhammad) dan menguatkannya dengan bantuan tentera (malaikat) yang kamu tidak melihatnya. [al-Taubah 9:40]
Ja’far melanjutkan: Cuba fikirkan, apakah ada orang yang lebih baik dari dua orang yang nombor ketiganya adalah Allah ? Tidak ada seorang pun yang lebih afdhal daripada Abu Bakar selain Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Maka Syi‘ah berkata: Sesungguhnya ‘Ali bin Abu Thalib ‘alaihi salam telah tidur di tikar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam (demi menggantikannya dalam peristiwa hijrah) tanpa mengeluh (jaza’, ertinya tabah) dan tidak takut (faza’, ertinya ia tegar).
Maka Ja’far menjawab: Dan begitu pula Abu Bakar, dia bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tanpa jaza’ dan faza’.
Syi‘ah menyanggah: Sesungguhnya Allah Ta‘ala telah menyatakan berbeza dengan apa yang anda katakan !
Ja’far bertanya: Apa yang difirmankan oleh Allah?
Syi‘ah menjawab: …ketika ia berkata kepada sahabatnya: “Janganlah engkau berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita” bukankah ketakutan tadi adalah jaza’ ?
Ja’far menjelaskan: Tidak kerana Huzn (sedih) itu bukan jaza’ dan faza’. Sedihnya Abu Bakar adalah khuatir jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dibunuh dan agama Allah tidak lagi ditaati. Jadi kesedihannya adalah terhadap agama Allah dan terhadap Rasul Allah, bukan sedih terhadap dirinya. Bagaimana (dapat dikatakan dia sedih untuk dirinya sendiri padahal) dia disengat lebih dari seratus sengatan dan tidak pernah mengatakan “His” juga (tidak pernah) mengatakan “Uh” (tidak mengerang kesakitan).
(Dialog kedua):
Syi‘ah berkata: Sesungguhnya Allah Ta‘ala berfirman:
Sesungguhnya Penolong kamu hanyalah Allah, dan Rasul-Nya, serta orang-orang yang beriman, yang mendirikan sembahyang, dan menunaikan zakat sedang mereka rukuk. [al-Maidah 5:55]
Ayat ini turun berkenaan ‘Ali bin Abu Thalib ketika mensedekahkan cincinnya ketika dia sedang rukuk, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikannya (ayat di atas) di dalam diriku dan Ahl al-Baitku.”[6]
Ja’far menjelaskan: Ayat yang sebelumnya lebih agung daripadanya. Allah berfirman:
Wahai orang-orang yang beriman ! Sesiapa di antara kamu berpaling tadah dari agamanya (jadi murtad), maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Ia kasihkan mereka dan mereka juga kasihkan Dia. [al-Maidah 5:54]
Ternyata perbuatan riddah (murtad, keluar dari Islam) terjadi besar-besaran sepeninggalan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Orang-orang kafir itu tertumpu di Nahawand, mereka berkata:
“Orang yang selama ini mereka bela (Rasulullah) kini telah wafat (maka tidak perlu lagi membayar zakat).”
Hingga ‘Umar radhiallahu ‘anh berkata (kepada Abu Bakar yang bertekad memerangi mereka):
“Terimalah solat dari mereka dan biarkan (maafkan) zakat bagi mereka.”
Maka dia (Abu Bakar) berkata:
“Demi Allah seandainya mereka menghalangiku (tidak mahu menyerahkan sekalipun) seutas tali (pengikat haiwan, yakni untuk zakat haiwan ternakan) yang dulu mereka membayarkannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, pasti aku memerangi mereka biarpun seorang diri.” [7]
Maka ayat ini (al-Maidah 5:54) lebih utama untuk Abu Bakar radhiallahu ‘anh.
(Dialog ketiga):
Syi‘ah tersebut melanjutkan hujahnya: Sesungguhnya Allah Ta‘ala telah berfirman:

Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada waktu malam dan siang, dengan cara sulit atau terbuka. [al-Baqarah 2:274]
Ayat ini turun berkenaan ‘Ali ‘alaihi salam. Dia memiliki empat dinar, satu dinar dia nafkahkan pada malam hari, satu dinar dia nafkahkan pada siang hari, satu dinar secara sembunyi-sembunyi dan satu dinar secara terang-terangan. Maka turunlah ayat ini.[8]
Ja’far ‘alaihi salam menjelaskan: Abu Bakar memiliki yang lebih utama lagi di dalam Al-Quran. Allah berfirman:

Demi malam apabila ia menyelubungi segala-galanya. [al-Lail 92:01] Ini adalah sumpah Allah.

Dan siang apabila ia lahir terang-benderang; Demi Yang menciptakan (makhluk-makhluk-Nya) lelaki dan perempuan; Sesungguhnya amal usaha kamu adalah berbagai-bagai keadaannya. Jelasnya: adapun orang yang memberikan apa yang ada padanya ke jalan kebaikan dan bertaqwa; Serta ia mengakui dengan yakin akan perkara yang baik. [al-Lail 92:02-06] Ini ialah Abu Bakar.

Maka sesungguhnya Kami akan memberikannya kemudahan untuk mendapat kesenangan. Ini ialah (bagi) Abu Bakar.

Dan akan dijauhkan (azab neraka) itu daripada orang yang sungguh bertaqwa. [al-Lail 92:17]. Ini ialah Abu Bakar.

Yang mendermakan hartanya dengan tujuan membersihkan dirinya dan harta bendanya. [al-Lail 92:18]. Ini ialah Abu Bakar.
Sedang ia tidak menanggung budi sesiapapun, yang patut di balas. [al-Lail 92:19] Ini ialah Abu Bakar.
Dia telah menafkahkan untuk (dakwah Rasulullah) sebanyak 40 ribu dinar sehingga baginda bersuka-cita. Kemudian turunlah Jibril ‘alaihi salam memberi khabar bahawa:
“Allah yang Maha Tinggi dan Luhur memberikan salam untukmu (wahai Rasulullah) dan Dia berkata ucapkan juga kepada Abu Bakar salam dari-Ku dan katakan kepadanya: Apakah engkau redha kepada Allah dalam kefakiranmu ini ataukah engkau tidak suka ?”
Maka Abu Bakar menjawab:
“Apa mungkin aku marah (tidak suka) kepada Rabb-ku ‘Azza wa Jalla ? Aku redha kepada Rabb-ku, aku redha kepada Rabb-ku, aku redha kepada Rabb-ku.”
Dan Allah berjanji untuk meredhakannya.[9]
(Dialog keempat):
Syi‘ah berhujah lagi: Sesungguhnya Allah berfirman:

Adakah kamu sifatkan hanya perbuatan memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan Haji, dan (hanya perbuatan) memakmurkan Masjid Al-Haram itu sama seperti orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat serta berjihad pada jalan Allah ? Mereka (yang bersifat demikian) tidak sama di sisi Allah. [al-Taubah 9:19] Ayat ini turun berkenaan ‘Ali ‘alaihi salam.[10]
Ja’far ‘alaihi salam menjawab: Abu Bakar memiliki sesuatu yang lebih afdal di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:
Tidaklah sama di antara kamu, orang-orang yang membelanjakan hartanya serta turut berperang sebelum kemenangan (menguasai Kota Mekah: Fath al-Mekah). Mereka itu lebih besar darjatnya daripada orang-orang yang membelanjakan hartanya serta turut berperang sesudah itu. Dan tiap-tiap satu puak dari keduanya, Allah janjikan (balasan) yang sebaik-baiknya. Dan (ingatlah), Allah Maha Mendalam PengetahuanNya akan apa yang kamu kerjakan. [al-Hadid 57:10]
Abu Bakar adalah orang yang pertama kali menafkahkan hartanya untuk Rasulullah, orang yang pertama berperang dan yang pertama berjihad (yakni ketika) orang-orang musyrik datang memukul Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sampai berdarah. Sebaik sahaja Abu Bakar mendengar berita itu dia terus berlari mendatangi mereka lalu berkata:
“Celaka kalian ! Apakah kalian akan membunuh orang yang mengatakan Rabb-ku adalah Allah padahal dia telah membawa bukti-bukti yang jelas dari Tuhan kalian ?”
Maka mereka meninggalkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berbalik memukul Abu Bakar sehingga tidak jelas antara hidung dan wajahnya.[11]
Dia (Abu Bakar) adalah orang yang pertama berjihad di jalan Allah dan orang pertama yang berperang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, serta orang pertama yang menafkahkan hartanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
“Tidak ada harta yang bermanfaat untukku seperti manfaatnya harta Abu Bakar.” [12]
(Dialog kelima):
Syi‘ah terus berhujah: Sesungguhnya ‘Ali tidak pernah menyekutukan Allah walau sekelip mata.
Maka Ja’far berhujah kembali: Sesungguhnya Allah telah memuji Abu Bakar dengan pujian yang mencukupi dari segala sudut. Allah berfirman:
Dan yang membawa kebenaran serta yang mengakui kebenarannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. [al-Zumar 39:33]
Dan yang membawa kebenaran…ialah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, serta yang mengakui kebenarannya…ialah Abu Bakar. Semua orang berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (setelah peristiwa Isra’ dan Mikraj): “Engkau dusta” sedangkan Abu Bakar, hanya dia yang berkata: “Engkau benar.” Maka turunlah ayat ini berkenaan dengannya: Ayat tashdiq (pembenaran) secara khusus.
Maka Abu Bakar adalah orang yang taqwa (taqiy), bersih (naqiy), yang diredhai (mardhi), yang redha (radhiy), yang adil (‘adl), penegak keadilan (mu‘addil) dan yang menepati perjanjian (wafiy).

(Dialog keenam):
Syi‘ah kemudian berkata: Sesungguhnya mencintai ‘Ali adalah fardhu menurut ketetapan Allah Ta‘ala:
Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku tidak meminta kepada kamu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan.” [al-Syura 42:23][13]
Ja’far menjawab: Bahawa Abu Bakar juga memiliki yang seumpama. Allah berfirman:
Dan orang-orang yang datang kemudian daripada mereka (berdoa dengan) berkata: “Wahai Tuhan Kami ! Ampunkanlah dosa kami dan dosa saudara-saudara kami yang mendahului kami dalam iman, dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami perasaan hasad dengki dan dendam terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Tuhan kami ! Sesungguhnya Engkau Amat Melimpah Belas kasihan dan Rahmat-Mu.” [al-Hasyr 59:10]
Abu Bakar terlebih dahulu membawa iman, maka meminta ampun untuknya adalah wajib dan mencintainya adalah fardhu serta membencinya adalah kufur.
(Dialog ketujuh):
Syi‘ah berkata: Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Hasan dan Husain keduanya adalah sayyid (pemuka) pemuda ahli syurga dan ayah mereka berdua lebih baik daripada keduanya.”[14]
Ja’far berkata kepadanya: Bagi Abu Bakar di sisi Allah ada keutamaan yang melebihi itu. Aku diberitahu oleh ayahku, daripada datukku, daripada ‘Ali bin Abu Thalib ‘alaihi salam, dia berkata:[15]
Saya ada di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, tidak ada orang lain selain aku. Tiba-tiba muncullah Abu Bakar dan ‘Umar radhiallahu ‘anhuma maka Nabi bersabda:
“Hai ‘Ali ! Kedua orang ini adalah sayyid (pemuka) penduduk ahli syurga, yang tua maupun yang muda, yang telah lewat dan yang terdahulu dari generasi awal maupun yang tersisa dan yang tinggal dari generasi yang belakangan kecuali para Nabi. Jangan engkau beritahukan kepada keduanya wahai ‘Ali.”
Maka aku (‘Ali) tidak memberitahukannya kepada siapa pun hingga keduanya tiada.
(Dialog kelapan):
Syi‘ah bertanya: Manakah yang lebih utama, Fathimah putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau ‘A’isyah binti Abu Bakar ?
Ja’far menjawab: (dengan membaca ayat):

Dengan nama Allah yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Yasin; Demi Al-Quran yang mengandungi hikmat-hikmat dan kebenaran yang tetap kukuh. [Yasin 36:01-02]
Ha-Mim; Demi Kitab Al-Quran yang menyatakan kebenaran. [al-Zukhruf 43:01-02]
Syi‘ah kemudian berkata: Aku bertanya kepadamu manakah yang lebih baik, Fathimah putri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ataukah ‘A’isyah putri Abu Bakar, kenapakah kamu membaca Al-Quran ?
Ja’far menjawab: ‘A’isyah putri Abu Bakar adalah isteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dia akan bersamanya di syurga. Sedangkan Fathimah putri Rasulullah adalah sayyidah (pemuka) wanita ahli syurga. Yang mencela isteri Rasulullah mudah-mudahan dilaknat oleh Allah Ta‘ala dan yang membenci putri Rasulullah mudah-mudahan dihina oleh Allah Ta‘ala.
Syi‘ah (tidak berpuas hati lalu) berkata: ‘A’isyah telah memerangi ‘Ali dan dia adalah isteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam !
Ja’far menjawab tegas: (Itu adalah) benar (tetapi) celakalah kamu ! (Bukankah) Allah Ta’ala telah berfirman:
Dan kamu tidak boleh sama sekali menyakiti (hati) Rasul Allah. [al-Ahzab 33:53][16]
(Dialog kesembilan):
Kemudian Syi‘ah bertanya: Apakah kekhalifahan Abu Bakar, ‘Umar dan ‘Utsman ada di dalam Al-Qur’an ?”
Ja’far menjawab: Ada, bahkan juga di dalam Taurat dan Injil. Allah berfirman:

Dan Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah di bumi dan meninggikan setengah kamu atas setengahnya yang lain beberapa darjat. [al-An‘am 6:165]

Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang menderita apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghapuskan kesusahan, serta menjadikan kamu khalifah bumi? [al-Naml 27:62]
Allah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal soleh dari kalangan kamu (wahai umat Muhammad) bahawa Ia akan menjadikan mereka khalifah-khalifah yang memegang kuasa pemerintahan di bumi, sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka: khalifah-khalifah yang berkuasa; dan Ia akan menguatkan dan mengembangkan agama mereka (Islam) yang telah diredhaiNya untuk mereka. [al-Nur 24:55][17]
Syi‘ah meminta penjelasan: Wahai putra Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu di manakah kekhalifahan mereka di (sebut) dalam Taurat dan Injil ?
Ja’far menjawab (dengan membaca firman Allah):
Muhammad ialah Rasul Allah; dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir dan (sebaliknya) bersikap kasih sayang serta belas kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam). Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud, dengan mengharapkan limpah kurnia (pahala) dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredhaanNya. Tanda yang menunjukkan mereka terdapat muka mereka - dari kesan sujud. Demikianlah sifat mereka yang tersebut di dalam Kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam Kitab Injil. [al-Fath 48:29]
Dan orang-orang yang bersama dengannya… ialah Abu Bakar.
Bersikap keras dan tegas terhadap orang-orang kafir… ialah ‘Umar bin al-Khaththab.
Dan (sebaliknya) bersikap kasih sayang serta belas kasihan kasihan sesama sendiri (umat Islam)… ialah ‘Utsman bin ‘Affan.
Engkau melihat mereka tetap beribadat rukuk dan sujud dengan mengharapkan limpah kurnia dari Tuhan mereka serta mengharapkan keredaan-Nya… ialah ‘Ali bin Abi Thalib.
Tanda yang menunjukkan mereka terdapat muka mereka - dari kesan sujud… ialah para sahabat Rasulullah.
Demikianlah sifat mereka yang tersebut di dalam Kitab Taurat; dan sifat mereka di dalam Kitab Injil.
Syi‘ah bertanya lagi: Apakah yang dimaksud dalam Taurat dan lnjil ?
Ja’far menjawab: Muhammad Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para khulafa' sesudahnya: Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali.
Kemudian Ja’far menepuk dada Syi‘ah itu dan berkata: Allah Ta‘ala berfirman (dengan membaca sambungan ayat 29 surah al-Fath):
Seperti pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya, sehingga ia menjadi kuat, lalu ia tegap berdiri di atas (pangkal) batangnya dengan keadaan yang mengkagumkan orang-orang yang menanamnya.
(Allah menjadikan sahabat-sahabat Nabi Muhammad s.a.w dan pengikut-pengikutnya kembang biak serta kuat gagah sedemikian itu) kerana Ia hendak menjadikan orang-orang kafir merana dengan perasaan marah dan hasad dengki - dengan kembang biaknya umat Islam itu. (Dan selain itu) Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal salih dari mereka, keampunan dan pahala yang besar. [al-Fath 48:29]
Seperti pokok tanaman yang mengeluarkan anak dan tunasnya, lalu anak dan tunasnya itu menyuburkannya… ialah Abu Bakar.
Sehingga ia menjadi kuat… ialah ‘Umar.
Lalu ia tegap berdiri di atas (pangkal) batangnya… ialah ‘Utsman bin ‘Affan.
Dengan keadaan yang mengkagumkan orang-orang yang menanamnya kerana Ia hendak menjadikan orang-orang kafir merana dengan perasaan marah dan hasad dengki - dengan kembang biaknya umat Islam itu… ialah ‘Ali bin Abi Thalib.
Allah telah menjanjikan orang-orang yang beriman dan beramal salih dari mereka, keampunan dan pahala yang besar… ialah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga Allah meredhai mereka, sungguh celakalah kamu !
Aku diberitahu oleh ayahku, daripada datukku, daripada ‘Ali bin Abi Thalib, bahawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
Aku adalah orang yang pertama bangkit dari bumi dan tidak ada kesombongan. Allah memberi kemudahan kepadaku dari hal-hal yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelumku. Kemudian Dia memanggil: “Dekatkan para khulafa' sesudahmu.”
Maka aku berkata, “Ya Rabb ! Siapakah khulafa’ itu ?” Maka Dia berkata: “ ‘Abd Allah bin ‘Utsman Abu Bakar al-Shiddiq.” Maka orang yang pertama keluar dari tanah setelahku ialah Abu Bakar. Dia kemudian didirikan di hadapan Allah Ta‘ala untuk dihisab dengan hisab yang ringan sekali (hisaban yasiran) kemudian dia diberi pakaian sutera berwama hijau lalu didirikan di depan al-‘Arasy.
Kemudian ada panggilan: “Mana ‘Umar bin al-Khaththab ?” Datanglah ‘Umar dengan urat-urat leher yang masih mengalirkan darah. Dia bertanya: “Siapa yang telah berbuat seperti ini kepadamu?” ‘Umar menjawab: “Budak Mughirah bin Syu’bah.” Dia kemudian didirikan di hadapan Allah lalu dihisab dengan hisab yang sangat ringan dan diberi pakaian sutera berwarna hijau lalu didirikan di depan al-‘Arasy.
Kemudian didatangkan ‘Utsman bin 'Affan dengan urat-urat leher yang mengalirkan darah. Dia ditanya: “Siapa yang telah berbuat ini kepadamu ?” Maka dia menjawab: “Fulan dan fulan.” Dia didirikan di hadapan Allah lalu dihisab dengan hisab yang ringan kemudian diberi pakaian sutera berwarna hijau lalu didirikan di depan al-‘Arasy.
Kemudian dipanggil ‘Ali bin Abu Thalib. Dia datang dengan urat-urat leher yang mengalirkan darah. Dia ditanya: “Siapa yang berbuat ini kepadamu ?” Maka ‘Ali menjawab: ‘Abd al-Rahman bin Muljam.” Dia didirikan di hadapan Allah Ta‘ala dan dihisab dengan hisab yang ringan kemudian diberi pakaian sutera berwarna hijau dan didirikan di depan al-‘Arasy.
Syi‘ah tadi bertanya sekali lagi: Apakah semua ini ada di dalam al-Qur'an wahai putra Rasulullah ?
Ja’far menjawab: Ya ! Allah berfirman:
Dan akan dibawa Nabi-nabi serta saksi-saksi dan akan dihakimi di antara mereka dengan adil sedang mereka tidak dikurangkan balasannya sedikitpun. [al-Zumar 39:69]
Dan akan dibawa Nabi-nabi serta para saksi… ialah Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali (di mana) … akan dihakimi di antara mereka dengan adil sedang mereka tidak dikurangkan balasannya sedikitpun.
(Dialog terakhir):
Akhirnya Syi‘ah tadi bertanya: Wahai putra Rasulullah, apakah Allah masih mahu menerima taubat saya dari dosa-dosa saya yang telah memisahkan antara Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali ?”
Ja’far menjawab: Tentu, pintu taubat selalu terbuka maka perbanyaklah istighfar untuk mereka. Adapun jika sekiranya kamu mati dalam keadaan menyalahi mereka maka kamu pasti mati di atas dasar selain fitrah Islam dan amal-amal kamu seperti amalan-amalan orang kafir – akan sirna tak tersisa.
(Rawi menerangkan): Akhirnya orang tadi bertaubat meninggalkan ucapan buruknya dengan taubat nashuha.
Sekian dialog antara Ja’far al-Shiddiq radhiallahu ‘anh dengan seorang Syi‘ah. Jelas terdapat perbezaan iktikad antara beliau dengan Ja’far al-Shiddiq yang merupakan salah seorang imam Ahl al-Bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Semoga dialog ini dapat memberi keinsafan kepada ahli-ahli Syi‘ah masa kini. Sesiapa yang membacanya dengan fikiran yang terbuka akan dengan mudah mengetahui ketepatan Ja’far al-Shiddiq radhiallahu ‘anh dalam mengemukakan ayat dan hadis sebagai dalil dan kecerdasan beliau dalam menghujahkannya sebagaimana di atas sehingga tidak mungkin dapat diragui atau ditolak lagi.
Oleh itu hendaklah ahli-ahli Syi‘ah masa kini yang mendakwa diri mereka sebagai penyokong dan pengikut Mazhab Ahl al-Bait mengkaji semula iktikad mereka secara jujur dan ikhlas. Antara caranya ialah terus membaca dan mengkaji buku ini, mudah-mudahan dengan izin Allah akan terserlah antara yang benar dan yang salah.
Beliau ialah al-Imam al-Mujtahid Ja’far bin Muhammad bin ‘Ali bin Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhum. Beliau dilahirkan di Madinah pada 17 Rabi’ al-Awwal tahun 83H dan merupakan seorang ahli hadis, ahli tafsir, ahli fiqh dan pelbagai lagi ilmu-ilmu Islam. Pendapat-pendapat beliau dihimpun dan dikenali sebagai Fiqh Mazhab Ja’fari. Meninggal dunia pada 25 Syawal tahun 148H di Madinah juga.