Tampilkan postingan dengan label Kisah dan hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah dan hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Fenomena Paling mengharukan di Pengadilan Arab Saudi


Di salah satu pengadilan di Kota Qasim Negara Arab Saudi, berdiri Hizan al Fuhaidi dengan air mata yang bercucuran sehingga membasahi janggutnya,,!! Kenapa??? Karena ia kalah di pengadilan terhadap perseteruannya dengan saudara kandungnya!! Tentang apakah perseteruannya dengan saudaranya?? Tentang tanah kah?? atau warisan yang mereka saling perebutkan??.

Bkn krn itu semua!! Ia kalah terhadap saudaranya terkait pemeliharaan ibunya yg sdh tua renta & bahkan hanya memakai sebuah cincin timah di jarinya yg telah keriput,,
Seumur hidupnya, beliau tinggal dg Hizan al Fuhaidi yg selama ini menjaganya,,
Tatkala beliau telah manula, datanglah adiknya yg tinggal di kota lain, utk mengambil ibunya agar tinggal bersamanya, dengan alasan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas lain-lainnya di kota jauh lebih lengkap drpd di desa,,
Namun Hizan menolak dengan alasan, selama ini ia mampu utk menjaga ibunya. Perseteruan ini tdk berhenti sampai di sini, hingga berlanjut ke pengadilan!!
Sidang demi sidang dilalui,, hingga sang hakim pun meminta agar sang ibu dihadirkan di majelis..
Kedua bersaudara ini membopong ibunya yg sdh tua renta yg beratnya sdh tdk sampai 40 Kg!!
Sang Hakim bertanya kpdnya, siapa yg lbh berhak tinggal bersamanya. Sang ibu memahami pertanyaan sang hakim, ia pun menjawab , sambil menunjuk ke Hizan, "Ini mata kananku!" kemudian menunjuk ke adiknya sambil berkata, "Ini mata kiriku!!
Sang Hakim berpikir sejenak kemudian memutuskan hak kpd adik Hizan, brdasar kemaslahatan-kemaslahan bagi si ibu!!

Betapa mulia air mata yg dikucurkan oleh Hizan!! Air mata penyesalan krn tdk bisa memelihara ibunya tatkala beliau tlh menginjak usia lanjutnya!!
Dan, betapa terhormat dan agungnya sang ibu!! yg diperebutkan oleh anak2nya hingga seperti ini,,!!

Andaikata kita bisa memahami, bagaimana sang ibu mendidik kedua putranya hingga ia menjadi ratu dan mutiara termahal bagi anak2nya!!
Ini adalah pelajaran mahal tentang berbakti orang tua,, tatkala durhaka sudah menjadi budaya,, Selanjutnya, kita hanya dapat berdoa "Ya ALLAH, Ya Tuhan kami!! Anugerahkanlah kepada kami keridhoan ibu dan ayah kami dan berilah kami kekuatan agar selalu bisa berbakti kepada mereka!!" Aaamiiinn!!!
Oleh: Ali Hasan Bawazer
(izin share: diambil dari tautan facebook Ahmad Fahmi)

Kamis, 10 Maret 2011

Detik-detik meninggalnya rasulullah SAW

Detik-detik Meninggalnya Rasulullah SAW


Saudaraku seiman, kami ingin menceritakan kisah detik-detik terakhir meninggalnya Rasulullah SAW. Kami sangat terkesan dan ingin mengabarkannya kepada umat muslim tentang kisah ini karena di dalamnya banyak mengandung nasehat dan wasiat terakhir Rasulullah SAW menjelang wafatnya beliau. Setiap kali kami membaca kisah ini, selalu air mata menggelinang di pelupuk mata kami. Dada serasa sesak, rasa haru dan kerinduan ingin berjumpa Rasulullah SAW selalu muncul saat membaca kisah ini. Semoga dengan membaca kisah ini, semakin tumbuh kuat rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW sehingga menguatkan hati kita untuk selalu mengikuti sunah-sunah Rasulullah SAW dalam kehidupan kita.
Ketika Rasulullah SAW melaksanakan Haji Wada' (perpisahan) turunlah firman Allah SWT yang artinya: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamaku, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai islam itu menjadi agama bagimu." (QS. Al Maidah: 3) Maka menangislah Abu Bakar As-Shiddiq R.A., Bersabdalah Rasulullah SAW: "Apa yang membuatmu menangis dalam ayat tersebut?" Abu Bakar R.A. menjawab: "ini adalah berita kematian Rasulullah SAW."

Sekembali dari haji wada' dan kurang dari tujuh hari wafatnya Beliau, turunlah ayat Al-Qur'an yang paling terakhir: "Dan perihalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah SWT. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (QS. Al Baqarah : 281)

Rasulullah SAW mulai kelihatan sakit. Beliau bersabda: "Aku ingin mengunjungi suhada Uhud", maka Beliaupun berangkat pagi menuju Jabal Uhud di awal-awal Bulan Shafar Tahun 11 H. Lalu Beliau berdiri di atas makam suhada dan berkata: "Assalamu'alaikum wahai suhada Uhud, kalian adalah orang-orang yang mendahului (kami), dan kami insya Allah akan menyusul kalian, dan sesungguhnya aku, insya Allah akan menyusul (kalian)."

Kemudian Rasulullah pulang sambil menangis. Maka para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: "Apa yang membuat Anda menangis ya Rasulullah?" Beliau bersabda: "Aku merindukan saudara-saudara seiman." Mereka berkata: "Bukankah kami adalah saudaramu seiman wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Bukan kalian adalah sahabat-sahabatku, adapun saudara-saudara seimanku adalah suatu kaum yang datang setelahku, mereka beriman kepadaku sedang mereka belum pernah melihatku." Betapa mulianya Beliau, dimana sempat menagis merindukan kita (umatnya?!), akankah kita tidak merindukkannya?. Mudah-mudahan kita semua termasuk saudara-saudara seiman yang dirindukan Rasulullah SAW. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Amiiin.

Pada Hari Senin Tanggal 29 Shafar, Beliau menghadiri pemakaman jenasah di Baqi'. Ketika pulang beliau merasa pusing di kepala dan panas badannya tinggi. Maka beliau pun mulai sakit dan bertambah parah. Selama sakitnya itu beliau tetap menjadi imam shalat selama 11 hari masa sakit beliau (sekitar 13-14 hari). Empat hari sebelum beliau wafat, pada waktu shalat isya' Beliau meminta Abu Bakar R.A. menggantikannya menjadi imam shalat.

Tiga hari sebelum beliau wafat, sakitnya bertambah parah. Saat itu beliau berada di rumah Sayyidah Maimunah, Beliau bersabda: "Kumpullah istri-istriku." Maka berkumpullah istri-istri beliau, Beliau bersabda: "Apakah kalian mengizinkan aku tinggal di rumah 'Aisyah?" Maka mereka menjawab: "Kami mengizinkan Anda wahai Rasulullah." Kemudian beliau berkeinginann untuk berdiri, akan tetapi beliau tidak mampu. Datanglah Ali bin Abi Thalib dan Al Fadl ibn Abbas, maka merekapun membopong Rasulullah SAW ke rumah Aisyah RA. Adapun para sahabat baru pertama kalinya melihat Rasulullah SAW dibopong di atas dua tangan. Maka berkumpullah para sahabat dan mereka berkata: "Ada apa dengan Rasulullah, apa yang terjadi dengan Rasulullah?

Mulailah orang-orang berkumpul di dalam masjid termasuk para sahabat. Nabi SAW dibawa ke rumah Aisyah RA. Mulailah seluruh tubuh dan wajah Rasulullah SAW mengucurkan keringat. Berkatalah 'Aisyah RA: "Sungguh belum pernah aku melihat ada seorang manusia yang berkeringat deras seperti ini." Maka beliau mengambil tangan Rasulullah SAW dan dengannya dia mengusap keringat beliau. (Maka mengapakah dia mengusap keringat dengan tangan beliau dan tidak dengan tangannya sendiri?) Aisyah berkata: "Sesungguhnya tangan Rasulullah lebih lembut dan lebih mulia daripada tanganku, oleh karena itulah aku mengusap keringat beliau dengan tangan beliau dan tidak dengan tanganku." (Inilah bentuk penghormatan terhadap Rasulullah SAW.)

Aisyah RA berkata: "Aku mendengar beliau berkata: "Laa ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat, Laa ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat."

Mulailah suara-suara di masjid menjadi gaduh. Bersabdalah Nabi SAW: "Apa ini?" Berkatalah 'Aisyah: "Sesungguhnya manusia mengkhawatirkan Anda ya Rasulullah." Beliaupun bersabda: "Bawalah aku kepada mereka." Maka beliau ingin bangun, tetapi tidak mampu. Maka para sahabat menyiramkan air tujuh qirbah (timba) kepada beliau hingga beliau bangkit, dan membawa beliau naik di atas mimbar.

Jadilah Khutbah tersebut khutbah terakhir beliau dan doa terakhir beliau. Rasulullah SAW bersabda: "Wahai manusia, kalian mengkhawatirkanku?" Mereka menjawab: "Ya, wahai Rasulullah." Bersabdalah Rasulullah SAW: "Sesungguhnya tempat perjanjian kalian dengan aku bukanlah di dunia, tempat perjanjian kalian denganku adalah di haudh ( telaga). Demi Allah, sungguh seakan-akan aku sekarang sedang melihat kepadanya di depan aku ini. Wahai manusia, demi Allah, tidaklah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah dibukanya dunia atas kalian, sehingga kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya, sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah berlomba-lomba mendapatkannya. Maka dunia itu akan membinasakan orang-orang sebelum kalian."

Kemudian beliau bersabda: " Allah.. Allah, shalat, Allah.. Allah, shalat." (Maksudnya: Aku bersumpah demi Allah terhadap kalian agar kalian menjaga shalat) beliau terus mengulang-nguangnya, lantas bersabda: "Wahai manusia, bertakwalah kalian tehadap kaum wanita, aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap kaum wanita." Inilah dua wasiat terakhir Rasulullah SAW. Menyuruh kita untuk menjaga Shalat dan memuliakan kaum wanita.

Kemudian beliau bersbda: "Wahai manusia, sesungguhnya ada seorang hamba, yang Allah SWT telah memberikan pilihan kepadanya antara dunia dan antara apa yang ada di sisi-Nya, maka dia memilih apa yang ada di sisi-Nya." Tidak ada yang bisa memahami siapakah yang dimaksud seorang hamba oleh Rasulullah SAW tadi, padahal yang dimaksud oleh Rasulullah SAW adalah beliau sendiri. Allah SWT telah memberikan pilihan kepada beliau dan tidak ada seorang pun yang paham selain Abu Bakar As-shiddiq RA. Dan kebiasaan para sahabat adalah diam saat Rasulullah berbicara. Saat Abu Bakar mendengar perkataan Rasulullah, dia tidak mampu menguasai dirinya, dengan serta merta dia menangis sesunggukan, seketika itu pula dia memotong pembicaraan Rasulullah SAW, dia berkata: "Kami tebus Anda dengan bapak-bapak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan ibu-ibu kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan anak-anak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan istri-istri kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan harta-harta kami wahai Rasulullah." Dia mengulang-ngulangnya, sementara para sahabat melihat kepadanya dengan pandangan heran, bagaimana dia berani memotong khutbah Rasululah SAW.

Rasulullah SAW besabda: "Wahai manusia, tidak ada seorangpun diantara kalian yang memiliki keutamaan disisi kami melainkan kami telah membalasnya, kecuali Abu Bakar, aku tidak mampu membalasnya, maka aku tinggalkan balasannya kepada Allah SWT. Setiap pintu menuju masjid ditutup kecuali pintu Abu Bakar RA tidak akan ditutp selamanya."

Kemudian mulailah beliau berdo'a untuk mereka dan berkata pada akhir do'a beliau: "Mudah-mudahan Allah menetapkan kalian, mudah-mudahan Allah menjaga kalian, mudah-mudahan Allah menolong kalian, mudah-mudahan Allah meneguhkan kalian, mudah-mudahan Allah menguatkan kalian, mudah-mudahan Allah menjaga kalian."

Dan perkataan terakhir beliau sebelum turun dari atas mimbar sambil menghadapkan wajahnya kepada umatnya dari atas mimbar adalah: "Wahai manusia sampaikan salamku kepada orang yang mengikutiku di antara umatku hingga hari kiamat." Setelah itu beliau dibawa kembali ke rumah beliau. Subhanallah.., sungguh besar cinta Beliau kepada kita, umatnya.

Masuklah Abdurrahman Ibnu Abu BAkar, dan di tangannya ada sebatang siwak. Beliau terus melihat ke arah siwak tersebut tetapi tidak mampu berkata aku menginginkan siwak. Aisyah RA berkata: "Aku paham dari dua pandangan beliau bahwa beliau menginginkan siwak tersebut. maka aku ambil siwak itu darinya (dari Abdurrahman Ibnu Abu Bakar), kemudian aku letakkan dimulutku, agar aku melunakkanya untuk Nabi SAW, kemudian aku berikan siwak tersebut kepada beliau. Maka sesuatu yang paling akhir masuk ke perut Nabi SAW adalah air ludahku." Aisyah berkata: "Termasuk sebuah keutamaan dari Rabb-ku atasku adalah Dia telah menggumpalkan antara air ludahku dengan ludah Nabi SAW sebelum beliau wafat."

Kemudian masuklah putri beliau Fatimah RA pada waktu dhuha di Hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun 11 H, lalu ia menangis saat masuk kamar Rasulullah SAW. Dia menangis karena setiap kali dia masuk untuk menemui Rasulullah SAW beliau berdiri dan menciumnya diantara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah bersabda kepadanya: "Mendekatlah kemari wahai Fathimah." Beliupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis." Maka beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya: "Mendekatlah kemari wahai Fathimah." Beliupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka dia pun tertawa.

Maka setelah kematian Rasulullah SAW, mereka bertanya kepada Fathimah RA: "Apa yang telah dibisikkan Rasulullah SAW kepadamu hingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa?" Fathimah berkata: "Pertama kalinya beliau berkata kepadaku: "Wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini." Maka akupun menangis. Maka saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku: "Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yang pertama kali akan bertemu kepadaku." Maka akupun tertawa.

Rasulullah memanggil Hasan dan Husein, beliau menciumi keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Nabi SAW memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kepada seluruh manusia yang hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ngulang wasiat itu.

Rasa sakitpun terasa semaikin berat, maka beliau bersabda: "Keluarkanlah siapa saja dari rumahku." Beliau bersabda: "Mendekatlah kepadaku wahai Aisyah!" Beliaupun tidur di dada istrinya Aisyah. Aisyah berkata: "Beliau mengangkat tangan beliau seraya berkata: "Bahkan Ar-Rafiqul A'la, bahkan Ar- Rafiqul A'la." Maka ketahuilah bahwa di sela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunia atau Ar-Rafiqul A'la.

Masuklah Malaikat Jibril AS menemui Rasulullah seraya berkata: "Malaikat Maut ada di depan pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu." Maka beliau berkata kepadanya: "Izinkan untuknya wahai Jibril." Masuklah Malaikat Maut seraya berkata: "Assalamu'alaikum wahai Rasulullah, Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu Allah di akhirat." Maka Nabi SAW bersabda: "Bahkan aku memilih Rafiqul A'la (Teman yang Tinggi), bahkan aku memilih Rafiqul A'la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah SWT yaitu: para Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yang sebaik-baiknya."

Aisyah menuturkan bahwa sebelum Rasulullah wafat, ketika beliau bersandar di dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo'a: " Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiqul a'la. Ya Allah, (aku minta) ar-rafiqul A'la, Ya Allah, (aku minta) ar-rafiqul A'la."

Berdirilah Malaikat Maut di sisi kepala Rasulullah SAW dan berkata: "Wahai roh yang bagus, roh Muhammad Ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yang ridha dan tidak murka!"

Sayyidah Aisyah berkata: "Maka jatuhlah tangan Nabi SAW dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat." Dia berkata: "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tidak ada yang aku perbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yang disana ada para sahabat, dan kukatakan: "Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat." Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali ibn Abi Thalib RA terduduk karena beratnya kabar tersebut, Ustman bin Affan seperti anak kecl mengerak-gerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri. Adapun Umar bin Khattab RA berkata: "Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku, beliau hanya pergi menemui Rabb-nya, sebagaimana Musa AS pergi untuk menemui Rabb-nya."

Adapun orang yang paling tegar adalah Abu Bakar RA, dia masuk kepada Rasulllah SAW, memeluk beliau dan berkata: "Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku." Kemudian dia mencium Nabi SAW dan berkata: "Anda mulia hidup dan dalam keadaan mati."

Keluarlah Abu Bakar RA menemui manusia dan berkata: "Barang siapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati." Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menagis sendiri."

Innalillahi wa innailaihi raji'un, telah berpulang ke rahmatullah, orang yang paling mulia, orang yang paling kita kasihi dan kita cintai, Rasulullah SAW, pada waktu dhuha Hari Senin tanggal 12 Rabbiul Awwal Tahun 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. Semoga Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.
Diambil dari http://www.kbiharofahmalang.com/materi-172-detikdetik-meninggalnya-rasulullah-saw.html

Selasa, 09 November 2010

Fathimah az-zahra rha dan Gilingan Gandum


Search Engine Submission - AddMe

Fathimah az-zahra rha dan Gilingan Gandum

Suatu hari masuklah Rasulullah SAW menemui anandanya Fathimah az-zahra rha. Didapatinya anandanya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. Rasulullah SAW bertanya pada anandanya, "apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Allah SWT tidak menyebabkan matamu menangis". Fathimah rha. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumahtanggalah yang menyebabkan ananda menangis". Lalu duduklah Rasulullah SAW di sisi anandanya. Fathimah rha. melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'aliy (suaminya) mencarikan ananda seorang jariah untuk menolong ananda menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah". Mendengar perkataan anandanya ini maka bangunlah Rasulullah SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair dengan tangannya yang diberkati lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillaahirrahmaanirrahiim". Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Allah SWT. Rasulullah SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk anandanya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Allah SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rasulullah SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Allah SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Allah SWT yang berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "ya Rasulullah SAW, demi Allah Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Allah SWT suatu ayat yang berbunyi : (artinya)

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".

Maka hamba takut, ya Rasulullah kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rasulullah SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az-zahra di dalam sorga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya, "jika Allah SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Allah SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat. Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Allah SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fathimah perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang. Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Allah SWT akan menghalanginya dari meminum air telaga Kautshar pada hari kiamat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jikalau suamimu tidak ridha denganmu tidaklah akan aku do'akan kamu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridha suami itu daripada Allah SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Allah SWT?. Ya Fathimah, apabil seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya semua dan Allah SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan Allah untuknya seribu pahala haji dan umrah. Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Allah SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat. Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "teruskanlah 'amalmu maka Allah SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang". Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".

Selasa, 02 November 2010

Allah telah memalingkan hati kaum Yahudi dari kebenaran

Dialog Rasulullah SAW dengan Pendeta Yahudi
Dipublikasi pada Selasa, 02 Nopember 2010
Topik: Kisah & Hikmah

Disalin dari Aldakwah.org--Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya hadits dari Aban, ia berkata:

Aku sedang berada di samping Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu datang seorang pendeta Yahudi. Ia berkata, "Salam sejahtera kepadamu Wahai Muhammad." Mendengar salamnya, aku langsung mendorongnya. Ia pun jatuh tersungkur dan nyaris pingsan. Ia berkata, "Kenapa Anda mendorongku seperti itu?" Aku berkata, "Kenapa Anda tidak mengatakan, 'Wahai Rasulullah'.?" Pendeta Yahudi itu berkata, "Sesungguhnya aku memanggilnya dengan nama yang diberikan keluarganya."
Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya nama yang diberikan keluargaku kepadaku adalah Muhammad!" Pendeta Yahudi tadi berkata, "Saya datang kepadamu untuk menanyakan beberapa hal." Beliau berkata, "Apakah ada gunanya bagimu kalau aku menjawab pertanyaanmu ?" Maka dia menjawab, "Aku akan mendengarkan dengan kedua telingaku."
Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memotong kayu yang beliau bawa dan bersabda, "Silahkan bertanya !" Pendeta Yahudi bertanya, "Di mana manusia berada ketika bumi ini diganti dengan bumi yang lain?" Beliau menjawab, "Mereka berada pada dzulmah (kegelapan)."
Dia bertanya lagi, "Siapakah orang yang pertama kali lolos pada Hari Kiamat ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Orang-orang fakir dari kalangan kaum Muhajirin."
Pendeta Yahudi tadi bertanya, "Apa hidangan untuk mereka ketika mereka masuk surga ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Seketul daging pada hati ikan paus."
Pendeta Yahudi bertanya, "Apa makanan siang mereka setelah itu ?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Disembelihkan untuk mereka sapi jantan surga yang makanan sehari-harinya adalah rumput surga."
"Apa minuman mereka ?" Tanya si Yahudi lagi. Dijawab oleh beliau, "Dari mata air yang bernama Salsabila."
Pendeta Yahudi itu berkata, "Anda benar !" Lalu katanya, "Saya datang kepadamu untuk menanyakan masalah yang hanya diketahui oleh nabi atau satu atau dua orang saja.!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Adakah kegunaan bagimu kalau aku berbicara denganmu ?" Dia menjawab, "Aku akan mendengarkan perkataan Anda dengan kedua telingaku."
Pendeta Yahudi itu melanjutkan, "Aku ingin menanyakanmu tentang proses pembentukan bayi." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Sperma laki-laki berwarna putih sedangkan sperma wanita berwarna kuning. Jika kedua sperma tersebut bertemu, kemudian sperma laki-laki berada di atas sperma wanita, maka kedua sperma tersebut membentuk anak laki-laki dengan izin Allah Ta'ala. Sebaliknya jika sperma wanita berada di atas sperma laki-laki, maka kedua sperma itu membentuk anak wanita dengan izin Allah Ta'ala."
Pendeta Yahudi tadi berkata, "Anda benar dan tidak ragu lagi bahwa anda adalah seorang nabi." Setelah itu dia menyelonong keluar. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Pendeta Yahudi tadi banyak (bertanya) masalah kepadaku sementara aku tidak mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang masalah-masalah yang ditanyakan sehingga Allah Azza wa Jalla datang membawa jawaban masalah-masalah tadi." (Diriwayatkan Muslim)
Dalam Shahih Bukari diriwayatkan hadits dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
Bahwa Abdullah bin Salam mendengar kedatangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Madinah. Abdullah bin Salam ketika itu sedang berada di perkebunan kurma tengah memanen kurma. Lalu ia mendatangi beliau dan berkata, "Aku ingin bertanya kepadamu tentang tiga perkara dan hanya nabi yang bisa menjawab pertanyaan tadi.! Apa tanda-tanda pertama terjadinya Hari kiamat ? Apa makanan pertama kali penghuni surga ? Seorang bayi itu meniru ayahnya atau ibunya ?"
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab, "Jibril belum lama memberitahu aku semua hal di atas." Abdullah bin Salam berkata, "Jibril ?" Kata Beliau lebih lanjut, "Ya betul, Jibril. Dialah malaikat yang paling dimusuhi orang-orang Yahudi." Kemudian beliau membaca ayat, "Katakanlah, 'Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengan seizin Allah' (QS. Al-Baqarah (2): 91). Tanda-tanda pertama Hari Kiamat adalah api yang menghimpun seluruh manusia dari timur hingga barat. Makanan pertama kali di makan penghuni surga adalah seketul daging pada hati ikan paus. Jika sperma laki-laki lebih dahulu masuk daripada sperma wanita, maka lahirlah anak laki-laji dan jika sperma wanita lebih dahulu masuk daripada sperma laki-laki, maka membentuk anak wanita."
Abdullah bin Salam berkata, "Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan saya bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah. Ya, Rasulullah, sesungguhnya orang-orang Yahudi adalah kaum yang susah dipegang ucapannya.. Jika mereka mengetahui ke-Islamanku sebelum engkau bertanya kepada mereka, pasti mereka tidak mempercayaiku."
Tidak lama kemudian datanglah orang-orang Yahudi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bertanya kepada mereka, "Bagaimana kedudukan Abdullah bin Sallam di kalangan kalian ?" Mereka menjawab, "Abdullah bin Sallam adalah orang terbaik yang kami miliki dan anak yang terbaik yang kami miliki. Ia adalah tokoh kami dan anak tokoh kami."
Kata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Bagaimana pendapat kalian kalau Abdullah bin Salam masuk Islam.?" Mereka menjawab, "Semoga Allah menjauhkannya dari masuk Islam." Kemudian Abdullah bin Salam keluar dan berkata, "Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah." Orang-orang Yahudi tadi berkata, "Engkau adalah orang yang paling jelek yang kami miliki dan anak orang yang paling jelek yang kami miliki." Mereka semua merendahkan martabat Abdullah bin Salam. Abdullah bin Salam berkata, "Inilah yang saya khawatirkan wahai Rasulullah." (Diriwayatkan Bukhari)