Gempa bumi tektonik berkekuatan 8,5 SR berpusat di Samudra India (2,9 LU dan 95,6 BT di kedalaman 20 km (di laut berjarak sekitar 149 km selatan kota Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam). Gempa itu disertai gelombang pasang (Tsunami) yang menyapu beberapa wilayah lepas pantai di Indonesia (Aceh dan Sumatera Utara), Sri Langka, India, Bangladesh, Malaysia, Maladewa dan Thailand.
Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1) mencapai 127.672 orang. Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.
Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh dan Sumatera Utara.
Iitulah kisah suram 6 tahun silam yang terjadi di penghujung tahun 2004 silam. Namun, seiring waktu berjalan, segala perbaikan terus berjalan. Setidaknya, begitulah yang terbaca dan terdengar di media massa.
Akan tetapi, ironinya, masih terlihat adanya barak-barak yang berpenghuni, seperti di bantaran sungai Krueng Aceh, yang di kenal dengan Barak Bakoy. Memang kita tidak bisa menduga, apa yang terjadi ? Dengan dana yang melimpah, di dukung oleh sumber daya manusia yang multi culture, high intelegence, tapi semua ini masih terhidang di depan kita. Aneh..
Barak bakoy adalah salah satu bukti dari kisah silam yang masih ada, mungkin juga masih ada bakoy-bakoy lain yang belum sempat penulis tahu. sumber http://mymoen.wordpress.com/2009/12/26/bencana-tsunami-aceh-26-desember-2004-kisah-kelam-di-ujung-tahun/
Inilah 27 Peristiwa Tsunami yang Paling Mematikan di Dunia | Tsunami, banyak orang yang begitu ngerimendengarnya, apa lagi untuk orang yang pernah mengalami dan melihat secara lagsgun kejadia tsunami. Setiap kali tsunami datang, pasti akan menyapu dan meluluhlantahkan setiap benda yang ada di depannya. Sudah puluhan kali peristiwa tsunami yang mematikan dan maha dahsyat yang tercatat dalam sejarah. Berikut 27 peristiwa tsunami yang paling dahsyat dan mematikan di dunia
Tsunami, yang bermakna "gelombang pelabuhan" dalam bahasa Jepang, terjadi akibat deformasi dasar laut yang melahirkan gelombang tinggi. Biasanya setinggi 15-30 meter, seperti pada tsunami Aceh, tapi pernah mencapai 520 meter di Alaska pada 1958. Jepang adalah tanah tsunami.
1. 426 SM: Teluk Maliakos, Yunani Timur Inilah pertama kalinya orang menghubungkan tsunami dengan gempa yang terjadi sebelumnya.
2. 21 Juli 365: Alexandria, Mediterania Timur Tsunami setinggi lebih dari 30 meter. Membunuh ribuan orang, kapal terhembalang ke daratan sejauh 3,2 kilometer.
3. 684: Hakuho, Jepang Tsunami pertama yang tercatat di Jepang, setelah gempa 8,4 pada skala Richter.
4. 887: Ninna Nankai, Jepang Tsunami melantakkan Kyoto. Pantai dan teluk Osaka rusak berat.
5. 1361: Shuhei Nankai, Jepang Gempa 8,4 SR dan tsunami Nankaido menewaskan 660 orang, menghancurkan 1.700 rumah.
6. 1541: Nueva Cadiz, Venezuela Kota Nueva Cádiz, yang berpenghuni 1.500 orang, disapu gempa dan tsunami.
7. 1605: Keich? Nankaido, Jepang Gempa 8,1 SR dan tsunami 30 meter menenggelamkan 5.000 orang.
8. 1700: Pulau Vancouver, Kanada Gempa Cascadia, yang berkekuatan 9 MW, menyebabkan tsunami besar yang merambat ke Pasifik Barat Laut hingga ke Jepang.
9. 1707: H?ei, Jepang Gempa 8,4 SR memicu tsunami 25,7 meter yang menghantam Kochi Prefecture, menghancurkan 29 ribu rumah dan menewaskan lebih dari 50 ribu orang.
10. 1755: Lisabon, Portugal Tsunami setinggi 15 meter menewaskan ratusan ribu orang. Dalam empat jam, gelombang tsunami sampai ke Cornwall, Inggris, sejauh 1.600 kilometer.
11. 1771: Kepulauan Yaeyama, Okinawa, Jepang Tsunami setinggi 85 meter menenggelamkan belasan ribu orang.
12. 1792: Gunung Unzen, Kyushu, Jepang Letusan gunung api menyebabkan tanah longsor, yang menimbulkan tsunami setinggi 100 meter (megatsunami kecil).
13. 1833: Sumatera, Indonesia Gempa berkekuatan 8,8-9,2 SR mengakibatkan tsunami besar yang menyapu pesisir barat Sumatera.
14. 1854: Nankai, Tokai, dan Kyushu, Jepang Gempa Ansei terdiri atas dua gempa 8,4 SR dan satu gempa 7,4 SR dalam tiga hari, yang menghasilkan gelombang setinggi 28 meter dan menewaskan 100 ribu orang.
15. 1868: Kepulauan Hawaii Gempa 7,5 SR memicu longsor Gunung Mauna Loa, yang memicu tsunami setinggi 18 meter. Tsunami menyapu semua rumah dan manusia di pulau itu.
16. 1868: Arica, Cile Gempa 8,5 SR di palung laut Peru-Cile melahirkan tsunami yang menerjang pelabuhan Arica dan Peru, menewaskan 70 ribu orang.
17. 1883: Krakatau, Selat Sunda, Indonesia Muntahan magma Krakatau menyebabkan dasar laut runtuh dan menimbulkan tsunami hingga 40 meter di atas permukaan laut. Tsunami menerjang Samudra Hindia dan Pasifik hingga ke pantai barat Amerika dan Amerika Selatan.
18. 1896: Meiji Sanriku, Jepang Tsunami mencapai 30 meter dan menewaskan 27 ribu orang.
19. 1923: Kanto, Jepang Gempa besar Kanto meratakan Tokyo, Yokohama, dan sekitarnya, diikuti tsunami 12 meter.
20. 1958: Teluk Lituya, Alaska, Amerika Gempa menyebabkan megatsunami setinggi 520 meter.
21. 1960: Valdivia, Cile Gempa terbesar, 9,5 SR di lepas pantai Cile memicu tsunami paling dahsyat pada abad ke-20. Gelombang setinggi 25 meter menyebar ke Samudra Pasifik hingga pantai Sanriku, Jepang, 22 jam kemudian. Lebih dari 6.000 orang di seluruh dunia tewas.
22. 1964: Alaska, Amerika Gempa 9,2 SR mengguncang Alaska, British Columbia, California, dan kota pantai di barat laut Pasifik serta menimbulkan tsunami lebih dari 30 meter.
23. Minggu, 26 Desember 2004: Pantai barat Aceh, Samudra Hindia Pada 26 Desember, gempa 9,1 SR menimbulkan tsunami besar yang menewaskan 166 ribu di Aceh dan 320 ribu orang dari delapan negara yang dilewati gelombang itu hingga ke Thailand, pantai timur India, Sri Lanka, bahkan pantai timur Afrika di Somalia, Kenya, dan Tanzania.
24. 2005: Nias, Indonesia Gempa 8,7 SR di lepas pantai Nias menewaskan 1.300 orang.
25. 2006: Pangandaran, Indonesia Gempa 7,7 SR mengguncang dasar Samudra Hindia, 200 km selatan Pangandaran, memicu gelombang tinggi hingga 6 meter di Pantai Cimerak. Sekitar 800 orang dilaporkan hilang.
26. 2007: Kepulauan Solomon Gempa 8,1 SR dekat Kepulauan Solomon menimbulkan tsunami setinggi 5 meter, yang menyebar hingga ke Jepang, Selandia Baru, dan Hawaii.
27. Jum'at, 11 Maret 2011: Sendai, Jepang Gempa kekuatan 8,9 SR di pesisir timur Honshu, Jepang, memicu tsunami setinggi 10 meter dan menyebar ke Samudra Pasifik. (tempointeraktif.com) Sedangkan dari informasi dari detik.com menyebutkan; Tokyo - Sabtu, 12 Maret 2011 Pasca gempa dan tsunami setinggi 10 meter menerjang sejumlah wilayah Jepang, tidak sedikit warga yang kehilangan rumah. Tercatat hingga kini sekitar lebih dari 215 ribu orang berada di pengungsian darurat.
Demikian seperti disampaikan Kepolisian Nasional Jepang dan dilansir AFP, Sabtu (12/3/2011). Tempat pengungsian darurat tersebut diketahui berada di sebelah timur dan juga barat Jepang.
Dari total jumlah pengungsi tersebut, sekitar 100 ribu merupakan para pengungsi dari area pusat pembangkit nuklir yang ada di wilayah Fukushima. Diketahui bahwa kebocoran radiasi dari reaktor nuklir yang ada di wilayah itu mengancam para warganya.
Sementara itu, jumlah penduduk yang kehilangan rumah diperkirakan terus bertambah. Hal ini seiring dengan pengakuan pihak Kepolisian yang belum mendapat laporan dari wilayah Miyagi, dimana ratusan orang dilaporkan tewas.
Dikhawatirkan juga, ribuan orang di Miyagi masih terjebak dalam reruntuhan bangunan, yang sempat dikepung banjir akibat tsunami kemarin.
Terakhir, KBRI Tokyo melansir data terbaru soal korban tewas dari media Jepang, NHK. Tercatat jumlah korban tewas dan hilang gempa dan tsunami di Jepang bertambah menjadi 1.312 orang. Rinciannya 612 orang meninggal dan 700 orang masih hilang.
Transportasi di Tokyo yang masih aktif, yakni subway dan bus kota. Bandara Internasional Narita sudah mulai aktif, sedangkan Bandara Haneda masih ditutup dengan alasan keamanan.
Gempa di Jepang terjadi pukul 12.46 WIB, Jumat (11/3) kemarin dan berpusat di 373 km timur laut Tokyo. Prefektur Miyagi menderita kerusakan paling parah.
REPUBLIKA.CO.ID-Sejak kecil Dr Jeffrey Lang dikenal ingin tahu. Ia kerap mempertanyakan logika sesuatu dan mengkaji apa pun berdasarkan perspektif rasional. “Ayah, surga itu ada?” tanya Jeffrey kecil suatu kali kepada ayahnya tentang keberadaan surga, saat keduanya berjalan bersama anjing peliharaan mereka di pantai. Bukan suatu kejutan jika kelak Jeffrey Lang menjadi profesor matematika, sebuah wilayah dimana tak ada tempat selain logika.
Saat menjadi siswa tahun terakhir di Notre Dam Boys High, sebuah SMA Katholik, Jeffrey Lang memiliki keberatan rasional terhadap keyakinan akan keberadaan Tuhan. Diskusi dengan pendeta sekolah, orangtuanya, dan rekan sekelasnya tak juga bisa memuaskannya tentang keberadaan Tuhan. “Tuhan akan membuatmu tertunduk, Jeffrey!” kata ayahnya ketika ia membantah keberadaan Tuhan di usia 18 tahun.
Ia akhirnya memutuskan menjadi atheis pada usia 18 tahun, yang berlangsung selama 10 tahun ke depan selama menjalani kuliah S1, S2, dan S3, hingga akhirnya memeluk Islam.
Adalah beberapa saat sebelum atau sesudah memutuskan menjadi atheis, Jeffrey Lang mengalami sebuah mimpi. Berikut penuturan Jeffrey Lang tentang mimpinya itu:
Kami berada dalam sebuah ruangan tanpa perabotan. Tak ada apa pun di tembok ruangan itu yang berwarna putih agak abu-abu.
Satu-satunya ‘hiasan’ adalah karpet berpola dominan merah-putih yang menutupi lantai. Ada sebuah jendela kecil, seperti jendela ruang bawah tanah, yang terletak di atas dan menghadap ke kami. Cahaya terang mengisi ruangan melalui jendela itu.
Kami membentuk deretan. Saya berada di deret ketiga. Semuanya pria, tak ada wanita, dan kami semua duduk di lantai di atas tumit kami, menghadap arah jendela.
Terasa asing. Saya tak mengenal seorang pun. Mungkin, saya berada di Negara lain. Kami menunduk serentak, muka kami menghadap lantai. Semuanya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Kami serentak kami kembali duduk di atas tumit kami. Saat saya melihat ke depan, saya sadar kami dipimpin oleh seseorang di depan yang berada di sisi kiri saya, di tengah kami, di bawah jendela. Ia berdiri sendiri. Saya hanya bisa melihat singkat punggungnya. Ia memakai jubah putih panjang. Ia mengenakan selendang putih di kepalanya, dengan desain merah. Saat itulah saya terbangun.
Sepanjang sepuluh tahun menjadi atheis, Jeffrey Lang beberapa kali mengalami mimpi yang sama. Bagaimanapun, ia tak terganggu dengan mimpi itu. Ia hanya merasa nyaman saat terbangun. Sebuah perasaan nyaman yang aneh. Ia tak tahu apa itu. Tak ada logika di balik itu, dan karenanya ia tak peduli kendati mimpi itu berulang.
Sepuluh tahun kemudian, saat pertama kali memberi kuliah di University of San Fransisco, dia bertemu murid Muslim yang mengikuti kelasnya. Tak hanya dengan sang murid, Jeffrey pun tak lama kemudian menjalin persahabatan dengan keluarga sang murid. Agama bukan menjadi topik bahasan saat Jeffrey menghabiskan waktu dengan keluarga sang murid. Hingga setelah beberapa waktu salah satu anggota keluarga sang murid memberikan Alquran kepada Jeffrey.
Kendati tak sedang berniat mengetahui Islam, Jeffrey mulai membuka-buka Alquran dan membacanya. Saat itu kepalanya dipenuhi berbagai prasangka.
“Anda tak bisa hanya membaca Alquran, tidak bisa jika Anda tidak menganggapnya serius. Anda harus, pertama, memang benar-benar telah menyerah kepada Alquran, atau kedua, ‘menantangnya’,” ungkap Jeffrey.
Ia kemudian mendapati dirinya berada di tengah-tengah pergulatan yang sangat menarik. “Ia (Alquran) ‘menyerang’ Anda, secara langsung, personal. Ia (Alquran) mendebat, mengkritik, membuat (Anda) malu, dan menantang. Sejak awal ia (Alquran) menorehkan garis perang, dan saya berada di wilayah yang berseberangan.”
“Saya menderita kekalahan parah (dalam pergulatan). Dari situ menjadi jelas bahwa Sang Penulis (Alquran) mengetahui saya lebih baik ketimbang diri saya sendiri,” kata Jeffrey. Ia mengatakan seakan Sang Penulis membaca pikirannya. Setiap malam ia menyiapkan sejumlah pertanyaan dan keberatan, namun selalu mendapati jawabannya pada bacaan berikutnya, seiring ia membaca halaman demi halaman Alquran secara berurutan.
“Alquran selalu jauh di depan pemikiran saya. Ia menghapus aral yang telah saya bangun bertahun-tahun lalu dan menjawab pertanyaan saya.” Jeffrey mencoba melawan dengan keras dengan keberatan dan pertanyaan, namun semakin jelas ia kalah dalam pergulatan. “Saya dituntun ke sudut di mana tak ada lain selain satu pilihan.”
Saat itu awal 1980-an dan tak banyak Muslim di kampusnya, University of San Fransisco. Jeffrey mendapati sebuah ruangan kecil di basement sebuah gereja di mana sejumlah mahasiswa Muslim melakukan sholat. Usai pergulatan panjang di benaknya, ia memberanikan diri untuk mengunjungi tempat itu.
Beberapa jam mengunjungi di tempat itu, ia mendapati dirinya mengucap syahadat. Usai syahadat, waktu shalat dzuhur tiba dan ia pun diundang untuk berpartisipasi. Ia berdiri dalam deretan dengan para mahasiswa lainnya, dipimpin imam yang bernama Ghassan. Jeffrey mulai mengikuti mereka shalat berjamaah.
Jeffrey ikut bersujud. Kepalanya menempel di karpet merah-putih. Suasananya tenang dan hening, bagaikan semua suara dimatikan. Ia lalu kembali duduk di antara dua sujud.
“Saat saya melihat ke depan, saya bisa melihat Ghassan, di sisi kiri saya, di tengah-tengah, di bawah jendela yang menerangi ruangan dengan cahaya. Dia sendirian, tanpa barisan. Dia mengenakan jubah putih panjang. Selendang (scarf) putih menutupi kepalanya, dengan desain merah.”
“Mimpi itu! Saya berteriak dalam hati. Mimpi itu, persis! Saya telah benar-benar melupakannya, dan sekarang saya tertegun dan takut. Apakah ini mimpi? Apakah saya akan terbangun? Saya mencoba fokus apa yang terjadi untuk memastikan apakah saya tidur. Rasa dingin mengalir cepat ke seluruh tubuh saya. Ya Tuhan, ini nyata! Lalu rasa dingin itu hilang, berganti rasa hangat yang berasal dari dalam. Air mata saya bercucuran.”
Ucapan ayahnya sepuluh tahun silam terbukti. Ia kini berlutut, dan wajahnya menempel di lantai. Bagian tertinggi otaknya yang selama ini berisi seluruh pengetahuan dan intelektualitasnya kini berada di titik terendah, dalam sebuah penyerahan total kepada Allah SWT.
Jeffrey Lang merasa Tuhan sendiri yang menuntunnya kepada Islam. “Saya tahu Tuhan itu selalu dekat, mengarahkan hidup saya, menciptakan lingkungan dan kesempatan untuk memilih, namun tetap meninggalkan pilihan krusial kepada saya,” ujar Jeffrey kini.
Jeffrey kini professor jurusan matematika University of Kansas dan memiliki tiga anak. Ia menulis tiga buku yang banyak dibaca oleh Muslim AS: Struggling to Surrender (Beltsville, 1994); Even Angels Ask (Beltsville, 1997); dan Losing My Religion: A Call for Help (Beltsville, 2004). Ia memberi kuliah di banyak kampus dan menjadi pembicara di banyak konferensi Islam.
Ia memiliki tiga anak, dan bukan sebuah kejutan anaknya memiliki rasa keingintahuan yang sama. Jeffrey kini harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sama yang dulu ia lontarkan kepada ayahnya. Suatu hari ia ditanya oleh anak perempuannya yang berusia delapan tahun, Jameelah, usai mereka shalat Ashar berjamaah. “Ayah, mengapa kita shalat?”
“Pertanyaannya mengejutkan saya. Tak sangka berasal dari anak usia delapan tahun. Saya tahu memang jawaban yang paling jelas, bahwa Muslim diwajibkan shalat. Tapi, saya tak ingin membuang kesempatan untuk berbagi pengalaman dan keuntungan dari shalat. Bagaimana pun, usai menyusun jawaban di kepala, saya memulai dengan, ‘Kita shalat karena Tuhan ingin kita melakukannya’,”
“Tapi kenapa, ayah, apa akibat dari shalat?” Jameela kembali bertanya. “Sulit menjelaskan kepada anak kecil, sayang. Suatu hari, jika kamu melakukan shalat lima waktu tiap hari, saya yakin kami akan mengerti, namun ayah akan coba yang terbaik untuk menjawan pertanyaan kamu.” Red: Johar Arif Sumber: Islam.thetruecall.com
Saudaraku seiman, kami ingin menceritakan kisah detik-detik terakhir meninggalnya Rasulullah SAW. Kami sangat terkesan dan ingin mengabarkannya kepada umat muslim tentang kisah ini karena di dalamnya banyak mengandung nasehat dan wasiat terakhir Rasulullah SAW menjelang wafatnya beliau. Setiap kali kami membaca kisah ini, selalu air mata menggelinang di pelupuk mata kami. Dada serasa sesak, rasa haru dan kerinduan ingin berjumpa Rasulullah SAW selalu muncul saat membaca kisah ini. Semoga dengan membaca kisah ini, semakin tumbuh kuat rasa cinta kita kepada Rasulullah SAW sehingga menguatkan hati kita untuk selalu mengikuti sunah-sunah Rasulullah SAW dalam kehidupan kita.
Ketika Rasulullah SAW melaksanakan Haji Wada' (perpisahan) turunlah firman Allah SWT yang artinya: "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kamu agamaku, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai islam itu menjadi agama bagimu." (QS. Al Maidah: 3) Maka menangislah Abu Bakar As-Shiddiq R.A., Bersabdalah Rasulullah SAW: "Apa yang membuatmu menangis dalam ayat tersebut?" Abu Bakar R.A. menjawab: "ini adalah berita kematian Rasulullah SAW."
Sekembali dari haji wada' dan kurang dari tujuh hari wafatnya Beliau, turunlah ayat Al-Qur'an yang paling terakhir: "Dan perihalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah SWT. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan)." (QS. Al Baqarah : 281)
Rasulullah SAW mulai kelihatan sakit. Beliau bersabda: "Aku ingin mengunjungi suhada Uhud", maka Beliaupun berangkat pagi menuju Jabal Uhud di awal-awal Bulan Shafar Tahun 11 H. Lalu Beliau berdiri di atas makam suhada dan berkata: "Assalamu'alaikum wahai suhada Uhud, kalian adalah orang-orang yang mendahului (kami), dan kami insya Allah akan menyusul kalian, dan sesungguhnya aku, insya Allah akan menyusul (kalian)."
Kemudian Rasulullah pulang sambil menangis. Maka para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW: "Apa yang membuat Anda menangis ya Rasulullah?" Beliau bersabda: "Aku merindukan saudara-saudara seiman." Mereka berkata: "Bukankah kami adalah saudaramu seiman wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Bukan kalian adalah sahabat-sahabatku, adapun saudara-saudara seimanku adalah suatu kaum yang datang setelahku, mereka beriman kepadaku sedang mereka belum pernah melihatku." Betapa mulianya Beliau, dimana sempat menagis merindukan kita (umatnya?!), akankah kita tidak merindukkannya?. Mudah-mudahan kita semua termasuk saudara-saudara seiman yang dirindukan Rasulullah SAW. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Amiiin.
Pada Hari Senin Tanggal 29 Shafar, Beliau menghadiri pemakaman jenasah di Baqi'. Ketika pulang beliau merasa pusing di kepala dan panas badannya tinggi. Maka beliau pun mulai sakit dan bertambah parah. Selama sakitnya itu beliau tetap menjadi imam shalat selama 11 hari masa sakit beliau (sekitar 13-14 hari). Empat hari sebelum beliau wafat, pada waktu shalat isya' Beliau meminta Abu Bakar R.A. menggantikannya menjadi imam shalat.
Tiga hari sebelum beliau wafat, sakitnya bertambah parah. Saat itu beliau berada di rumah Sayyidah Maimunah, Beliau bersabda: "Kumpullah istri-istriku." Maka berkumpullah istri-istri beliau, Beliau bersabda: "Apakah kalian mengizinkan aku tinggal di rumah 'Aisyah?" Maka mereka menjawab: "Kami mengizinkan Anda wahai Rasulullah." Kemudian beliau berkeinginann untuk berdiri, akan tetapi beliau tidak mampu. Datanglah Ali bin Abi Thalib dan Al Fadl ibn Abbas, maka merekapun membopong Rasulullah SAW ke rumah Aisyah RA. Adapun para sahabat baru pertama kalinya melihat Rasulullah SAW dibopong di atas dua tangan. Maka berkumpullah para sahabat dan mereka berkata: "Ada apa dengan Rasulullah, apa yang terjadi dengan Rasulullah?
Mulailah orang-orang berkumpul di dalam masjid termasuk para sahabat. Nabi SAW dibawa ke rumah Aisyah RA. Mulailah seluruh tubuh dan wajah Rasulullah SAW mengucurkan keringat. Berkatalah 'Aisyah RA: "Sungguh belum pernah aku melihat ada seorang manusia yang berkeringat deras seperti ini." Maka beliau mengambil tangan Rasulullah SAW dan dengannya dia mengusap keringat beliau. (Maka mengapakah dia mengusap keringat dengan tangan beliau dan tidak dengan tangannya sendiri?) Aisyah berkata: "Sesungguhnya tangan Rasulullah lebih lembut dan lebih mulia daripada tanganku, oleh karena itulah aku mengusap keringat beliau dengan tangan beliau dan tidak dengan tanganku." (Inilah bentuk penghormatan terhadap Rasulullah SAW.)
Aisyah RA berkata: "Aku mendengar beliau berkata: "Laa ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat, Laa ilaha illallah, sesungguhnya kematian itu memiliki sekarat."
Mulailah suara-suara di masjid menjadi gaduh. Bersabdalah Nabi SAW: "Apa ini?" Berkatalah 'Aisyah: "Sesungguhnya manusia mengkhawatirkan Anda ya Rasulullah." Beliaupun bersabda: "Bawalah aku kepada mereka." Maka beliau ingin bangun, tetapi tidak mampu. Maka para sahabat menyiramkan air tujuh qirbah (timba) kepada beliau hingga beliau bangkit, dan membawa beliau naik di atas mimbar.
Jadilah Khutbah tersebut khutbah terakhir beliau dan doa terakhir beliau. Rasulullah SAW bersabda: "Wahai manusia, kalian mengkhawatirkanku?" Mereka menjawab: "Ya, wahai Rasulullah." Bersabdalah Rasulullah SAW: "Sesungguhnya tempat perjanjian kalian dengan aku bukanlah di dunia, tempat perjanjian kalian denganku adalah di haudh ( telaga). Demi Allah, sungguh seakan-akan aku sekarang sedang melihat kepadanya di depan aku ini. Wahai manusia, demi Allah, tidaklah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian, tetapi yang aku khawatirkan adalah dibukanya dunia atas kalian, sehingga kalian akan berlomba-lomba mendapatkannya, sebagaimana orang-orang sebelum kalian telah berlomba-lomba mendapatkannya. Maka dunia itu akan membinasakan orang-orang sebelum kalian."
Kemudian beliau bersabda: " Allah.. Allah, shalat, Allah.. Allah, shalat." (Maksudnya: Aku bersumpah demi Allah terhadap kalian agar kalian menjaga shalat) beliau terus mengulang-nguangnya, lantas bersabda: "Wahai manusia, bertakwalah kalian tehadap kaum wanita, aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik terhadap kaum wanita." Inilah dua wasiat terakhir Rasulullah SAW. Menyuruh kita untuk menjaga Shalat dan memuliakan kaum wanita.
Kemudian beliau bersbda: "Wahai manusia, sesungguhnya ada seorang hamba, yang Allah SWT telah memberikan pilihan kepadanya antara dunia dan antara apa yang ada di sisi-Nya, maka dia memilih apa yang ada di sisi-Nya." Tidak ada yang bisa memahami siapakah yang dimaksud seorang hamba oleh Rasulullah SAW tadi, padahal yang dimaksud oleh Rasulullah SAW adalah beliau sendiri. Allah SWT telah memberikan pilihan kepada beliau dan tidak ada seorang pun yang paham selain Abu Bakar As-shiddiq RA. Dan kebiasaan para sahabat adalah diam saat Rasulullah berbicara. Saat Abu Bakar mendengar perkataan Rasulullah, dia tidak mampu menguasai dirinya, dengan serta merta dia menangis sesunggukan, seketika itu pula dia memotong pembicaraan Rasulullah SAW, dia berkata: "Kami tebus Anda dengan bapak-bapak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan ibu-ibu kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan anak-anak kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan istri-istri kami wahai Rasulullah, kami tebus anda dengan harta-harta kami wahai Rasulullah." Dia mengulang-ngulangnya, sementara para sahabat melihat kepadanya dengan pandangan heran, bagaimana dia berani memotong khutbah Rasululah SAW.
Rasulullah SAW besabda: "Wahai manusia, tidak ada seorangpun diantara kalian yang memiliki keutamaan disisi kami melainkan kami telah membalasnya, kecuali Abu Bakar, aku tidak mampu membalasnya, maka aku tinggalkan balasannya kepada Allah SWT. Setiap pintu menuju masjid ditutup kecuali pintu Abu Bakar RA tidak akan ditutp selamanya."
Kemudian mulailah beliau berdo'a untuk mereka dan berkata pada akhir do'a beliau: "Mudah-mudahan Allah menetapkan kalian, mudah-mudahan Allah menjaga kalian, mudah-mudahan Allah menolong kalian, mudah-mudahan Allah meneguhkan kalian, mudah-mudahan Allah menguatkan kalian, mudah-mudahan Allah menjaga kalian."
Dan perkataan terakhir beliau sebelum turun dari atas mimbar sambil menghadapkan wajahnya kepada umatnya dari atas mimbar adalah: "Wahai manusia sampaikan salamku kepada orang yang mengikutiku di antara umatku hingga hari kiamat." Setelah itu beliau dibawa kembali ke rumah beliau. Subhanallah.., sungguh besar cinta Beliau kepada kita, umatnya.
Masuklah Abdurrahman Ibnu Abu BAkar, dan di tangannya ada sebatang siwak. Beliau terus melihat ke arah siwak tersebut tetapi tidak mampu berkata aku menginginkan siwak. Aisyah RA berkata: "Aku paham dari dua pandangan beliau bahwa beliau menginginkan siwak tersebut. maka aku ambil siwak itu darinya (dari Abdurrahman Ibnu Abu Bakar), kemudian aku letakkan dimulutku, agar aku melunakkanya untuk Nabi SAW, kemudian aku berikan siwak tersebut kepada beliau. Maka sesuatu yang paling akhir masuk ke perut Nabi SAW adalah air ludahku." Aisyah berkata: "Termasuk sebuah keutamaan dari Rabb-ku atasku adalah Dia telah menggumpalkan antara air ludahku dengan ludah Nabi SAW sebelum beliau wafat."
Kemudian masuklah putri beliau Fatimah RA pada waktu dhuha di Hari Senin tanggal 12 Rabiul Awwal Tahun 11 H, lalu ia menangis saat masuk kamar Rasulullah SAW. Dia menangis karena setiap kali dia masuk untuk menemui Rasulullah SAW beliau berdiri dan menciumnya diantara kedua matanya, akan tetapi sekarang beliau tidak mampu berdiri untuknya. Maka Rasulullah bersabda kepadanya: "Mendekatlah kemari wahai Fathimah." Beliupun membisikkan sesuatu di telinganya, maka dia pun menangis." Maka beliau bersabda lagi untuk kedua kalinya: "Mendekatlah kemari wahai Fathimah." Beliupun membisikkan sesuatu sekali lagi, maka dia pun tertawa.
Maka setelah kematian Rasulullah SAW, mereka bertanya kepada Fathimah RA: "Apa yang telah dibisikkan Rasulullah SAW kepadamu hingga engkau menangis, dan apa pula yang beliau bisikkan hingga engkau tertawa?" Fathimah berkata: "Pertama kalinya beliau berkata kepadaku: "Wahai Fathimah, aku akan meninggal malam ini." Maka akupun menangis. Maka saat beliau mendapati tangisanku beliau kembali berkata kepadaku: "Engkau wahai Fathimah, adalah keluargaku yang pertama kali akan bertemu kepadaku." Maka akupun tertawa.
Rasulullah memanggil Hasan dan Husein, beliau menciumi keduanya dan berwasiat kebaikan kepada keduanya. Lalu Nabi SAW memanggil semua istrinya, menasehati dan mengingatkan mereka. Beliau berwasiat kepada seluruh manusia yang hadir agar menjaga shalat. Beliau mengulang-ngulang wasiat itu.
Rasa sakitpun terasa semaikin berat, maka beliau bersabda: "Keluarkanlah siapa saja dari rumahku." Beliau bersabda: "Mendekatlah kepadaku wahai Aisyah!" Beliaupun tidur di dada istrinya Aisyah. Aisyah berkata: "Beliau mengangkat tangan beliau seraya berkata: "Bahkan Ar-Rafiqul A'la, bahkan Ar- Rafiqul A'la." Maka ketahuilah bahwa di sela-sela ucapan beliau, beliau disuruh memilih diantara kehidupan dunia atau Ar-Rafiqul A'la.
Masuklah Malaikat Jibril AS menemui Rasulullah seraya berkata: "Malaikat Maut ada di depan pintu, meminta izin untuk menemuimu, dan dia tidak pernah meminta izin kepada seorangpun sebelummu." Maka beliau berkata kepadanya: "Izinkan untuknya wahai Jibril." Masuklah Malaikat Maut seraya berkata: "Assalamu'alaikum wahai Rasulullah, Allah telah mengutusku untuk memberikan pilihan kepadamu antara tetap tinggal di dunia atau bertemu Allah di akhirat." Maka Nabi SAW bersabda: "Bahkan aku memilih Rafiqul A'la (Teman yang Tinggi), bahkan aku memilih Rafiqul A'la, bersama-sama dengan orang-orang yang dianugrahi nikmat oleh Allah SWT yaitu: para Nabi, para shiddiqin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang saleh. Dan mereka itulah rafiq (teman) yang sebaik-baiknya."
Aisyah menuturkan bahwa sebelum Rasulullah wafat, ketika beliau bersandar di dadanya, dan dia mendengarkan beliau secara seksama, beliau berdo'a: " Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan susulkan aku pada ar-rafiqul a'la. Ya Allah, (aku minta) ar-rafiqul A'la, Ya Allah, (aku minta) ar-rafiqul A'la."
Berdirilah Malaikat Maut di sisi kepala Rasulullah SAW dan berkata: "Wahai roh yang bagus, roh Muhammad Ibn Abdillah, keluarlah menuju keridhaan Allah, dan menuju Rabb yang ridha dan tidak murka!"
Sayyidah Aisyah berkata: "Maka jatuhlah tangan Nabi SAW dan kepala beliau menjadi berat di atas dadaku, dan sungguh aku telah tahu bahwa beliau telah wafat." Dia berkata: "Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan, tidak ada yang aku perbuat selain keluar dari kamarku menuju masjid, yang disana ada para sahabat, dan kukatakan: "Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat, Rasulullah telah wafat." Maka mengalirlah tangisan di dalam masjid. Ali ibn Abi Thalib RA terduduk karena beratnya kabar tersebut, Ustman bin Affan seperti anak kecl mengerak-gerakkan tangannya ke kanan dan ke kiri. Adapun Umar bin Khattab RA berkata: "Jika ada seseorang yang mengatakan bahwa Rasulullah telah meninggal, akan kupotong kepalanya dengan pedangku, beliau hanya pergi menemui Rabb-nya, sebagaimana Musa AS pergi untuk menemui Rabb-nya."
Adapun orang yang paling tegar adalah Abu Bakar RA, dia masuk kepada Rasulllah SAW, memeluk beliau dan berkata: "Wahai sahabatku, wahai kekasihku, wahai bapakku." Kemudian dia mencium Nabi SAW dan berkata: "Anda mulia hidup dan dalam keadaan mati."
Keluarlah Abu Bakar RA menemui manusia dan berkata: "Barang siapa menyembah Muhammad, maka Muhammad sekarang telah wafat, dan barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah kekal, hidup, dan tidak akan mati." Maka akupun keluar dan menangis, aku mencari tempat untuk menyendiri dan aku menagis sendiri."
Innalillahi wa innailaihi raji'un, telah berpulang ke rahmatullah, orang yang paling mulia, orang yang paling kita kasihi dan kita cintai, Rasulullah SAW, pada waktu dhuha Hari Senin tanggal 12 Rabbiul Awwal Tahun 11 H tepat pada usia 63 tahun lebih 4 hari. Semoga Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW. Diambil dari http://www.kbiharofahmalang.com/materi-172-detikdetik-meninggalnya-rasulullah-saw.html
Pada waktu kebutuhan akan ikan segar makin besar saat ini, alternatif ternak ikan Lele menjadi pilihan paling tepat. Sekarang ini kebutuhan terhadap ikan Lele dimasyarakat semakin meningkat ditandai dengan pengimporan ikan Lele dari negara jiran (Malaysia) dan naiknya harga ikan Lele dalam negeri yang sekarang ini mencapai Rp. 18.000'- per kilonya
Untuk pemeliharaan Ikan Lele dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu dengan cara tradisional maupun dengan cara semi intensif sampai kepada tahap intensif. Pada kesempatan ini kita akan mencoba mengulas pemeliharaan Ikan Lele pada tahap semi intensif. Pemeliharaan Ikan Lele: 1. Untuk induk dimasukkan kedalam tempat 1 m2 untuk 20 ekor ikan betina dan 10 ekor jantan pada musim kawin
Kadang kala kita ingin menyimpan file yang tidak ingin orang lain membacanya, selain kita dapat membuat password untuk file word atau excel kita dapat juga menyimpan file tersebut ke dalam folder yang terkunci secara manual. Folder tersebut terkunci melalui perintah yang dibuat melalui wordpad atau notepad, berikut langkahnya: 1. Bikin new text document dengan wordpad atau Notepad 2. Masukkan scrip dibawah ini kedalam text document @ECHO OFF titipan kunci folder if EXIST "Control Panel
Kadang karena kesibukan kita dalam kehidupan dunia ini, kita jarang atau bahkan lupa dan tak pernah sekalipun untuk mencoba membaca al Qur'an
Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"
Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"
Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."
Seseorang dengan berat badan lebih (over weight) akan berpengaruh dengan aktifitasnya mulai dari badannya yang gampang berkeringat, gerakannya kurang lincah, jalannya lamban bahkan sering sesak kalau jalan jauh atau naik tangga. Belum lagi porsi makannya yang jauh lebih besar dari orang normal dan ukuran pakaian yang harus berdesain lebih, tidak dapat memilih pakaian di tempat shopping secara bebas karena ukuran yang pas tidak ada, harus melalui penempaan ke tukang jahit. Dalam menurunkan berat badan ada beberapa kiat yang dapat dilakukan, dan cara-cara yang umum dilakukan orang adalah dengan diet (mengurangi) konsumsi makan, obat-obatan, penyedotan lemak (tentunya dengan biaya yang tinggi) dan olah raga secara teratur. Dari banyak kiat-kiat yang dilakukan ternyata banyak orang-orang yang mengalami obesitas setelah melakukan kiat-kiat dimaksud ternyata mengalami kegagalan, padahal sudah sama-sama kita ketahui bahwa untuk mengetahui berat badan yang ideal dapat diketahui dengan rumus: Berat ideal = Tinggi badan - 110 (dengan margin 5 keatas dan kebawah) untuk wanita Berat ideal = Tinggi badan - 105 (dengan margin 5 keatas dan kebawah) untuk pria
Contoh 1: Seorang laki-laki yang mempunyai tinggi 165 cm, apabila menginginkan berat badan yang ideal adalah dengan mengurangi tinggi badan 165 cm - 105 = 60 kg dan dengan margin 5 keatas dan kebawah, maka berat badan 55 - 65 kg bagi seorang laki-laki dengan tinggi 165 cm masih dianggap ideal. Contoh 2: Seorang perempuan yang mempunyai tinggi 165 cm, apabila menginginkan berat badan yang ideal adalah dengan mengurangi tinggi badan 165 cm - 110 = 55 kg dan dengan margin 5 keatas dan kebawah, maka berat badan 50 - 60 kg bagi seorang wanita dengan tinggi 165 cm masih dianggap ideal.
Kenapa seorang laki-laki dikurangi 105 dan seorang wanita dikurangi 110? Karena seorang laki-laki itu cenderung mempunyai tulang-tulang dan otot-otot yang lebih besar dari seorang wanita dan seorang laki-laki itu akan kelihatan lebih atletis dan maskulin dengan sedikit tonjolan pada otot-ototnya, sedangkan untuk wanita lebih cenderung untuk menonjolkan sisi feminimnya tanpa perlu harus mempunyai otot-otot, dan tambahan berat 5 kg untuk laki-laki dibanding dengan wanita adalah sesuai.
Terus bagaimana menurunkan berat badan yang efektif dan efesien? 1. Adanya tekad, yaitu niat yang kuat untuk menurunkan berat badan 2. Menyadari apa kebiasaan yang sekarang ini yang tidak efektif yang perlu harus dirubah 3. Berolahraga secara teratur 4. Melakukan konsultasi kepada orang yang sudah berhasil menurunkan berat badan 5. Apabila dalam satu atau dua bulan belum berhasil, jangan putus asa tetapi tetap berkeyakinan bahwa tahap tersebut merupakan proses penurunan berat badan atau usaha yang belum maksimal. Tunggu kiat lainnya pada edisi selanjutnya.
Pada saat pulang kerja, kadang-kadang kita tidak mempunyai kegiatan untuk mengisi waktu luang yang masih tersedia sekitar 2 jam setelah Subuh sebelum berangkat kerja dan sekitar 2 - 3 jam sebelum menjelang Magrib. Dengan mengisi waktu yang terluang untuk kegiatan yang menguntungkan, serta dapat juga dengan mempekerjakan seorang yang bertugas untuk menjaga dan mengawasi keadaan ternak dan tentunya pemilihan tempat peternakan yang jauh dari pemukiman penduduk, misalnya kebun atau sawah.
Sungguh kebutuhan masyarakat akan daging segar sangat belum tercukupi dengan pasokan daging di beberapa daerah, sehingga beternak ayam pedaging (Broiler) atau yang lebih dikenal dengan ayam potong di beberapa daerah mempunyai prospek yang cerah.
Daging ayam merupakan daging favorit di negara kita, karena hampir 100% orang Indonesia suka makan daging ayam. Sehingga berbisnis ternak ayam potong merupakan peluang yang sangat bagus untuk dikembangkan. Beberapa waktu yang lalu, bisnis ayam potong sempat mengalami kemunduran ketika flu burung melanda dunia. Banyak pengusaha ayam potong yang gulung tikar karena daging ayam menjadi “tersangka” utama sehingga menyebabkan orang takut mengkonsumsi daging ayam lagi. Sekarang isu flu burung sudah perlahan menghilang, inilah prospek cerah untuk beternak ayam potong yang mulai menguat kembali.
Ayam yang umum dikembangkan sebagai ayam potong adalah ayam ras pedaging atau broiler. Ayam ras pedaging tersebut merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Selain itu ayam broiler juga meiliki kelebihan karena hanya dengan waktu 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.
Untuk memulai usaha di bidang ternak ayam ini, persiapan sarana, prasarana, dan peralatan harus maksimal. Hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Kandang
Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras yaitu:
- Persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35º C
- Kelembaban berkisar antara 60-70%
- Penerangan/pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada
- Tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang
- Model kandang disesuaikan dengan umur ayam, untuk anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box, untuk ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan kandang postal atapun kandang baterai.
2. Peralatan
- Litter (alas lantai)
Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.
- Indukan atau brooder
Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal jangkauan 1-3 m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya ketika baru menetas.
- Tempat bertengger
Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
-Tempat makan, minum dan tempat grit
Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus
- Alat-alat yang lainnya
Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti: suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan lain-lain.
3. Pembibitan Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya
b. pertumbuhan dan perkembangannya normal
c. ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.
d. tidak ada lekatan tinja di duburnya.
Pemilihan Bibit dan Calon Induk Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/ DOC (Day Old Chicken)/ ayam umur sehari:
a. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
b. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
c. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
d. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
e. Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
f. Tidak ada letakan tinja diduburnya.
Sementara untuk pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
a.Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan sampai umur 4 minggu adalah
sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
b.Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9 liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1 liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.
Analisa Ekonomi:
a. Pengeluaran
1). Modal tetap, meliputi:
a) Kandang ayam ukuran 3x3 m : 5 buah :Rp.350.000,-
b) Tempat minum ayam : 10 buah :Rp.70.000,-
c) Tempat makan ayam : 10 buah :Rp.60.000,-
d) Lampu penerangan : 4 buah :Rp.20.000,-
Jumlah :Rp.500.000,-
2).Modal tidak tetap, meliputi:
a) Pembelian anakayam sebanyak 200 ayam @ 6500:Rp.1.300.000,-
b) Pembelian Kosentrat (BR) 5 karung @50 kg :Rp.1.450.000,-
c) Pembelian obat-obatan :Rp.150.000,-
d) Biaya listrik :Rp.50.000,-
Jumlah :Rp.2.950.000,-
Modal total :Rp.3.450.000,-
3).Penyusutan modal tidak tetap:Rp.50.000,-
Total pengeluaran :Rp. 3.000.000,-
Hasil yang diharapkan dalam satu kali periode panen usaha ini,Bobot
berat ayam sekarang menjadi + 1,5 kg - 2 kg dari berat sebelumnya.
b. Pemasukan
Catatan = Harga 1kg daging ayam (kepedagang) :Rp.15.000,-
1). Hasil penjualan ayam
Pada kandang ukuran 3x3 m @1.5kg :Rp.22.500,-
Maka : 50 ayam x Rp.22.500,- :Rp.1.125.000,-
2).Karena ada 5buah kandang ayam,
maka 5 x Rp. 1.125.000,-:Rp.5.625.000.-
3).Kemungkinan ayam yang mati = 5% (10 ekor) :Rp.225.000.-
4).Jadi total pendapatan :Rp.5.400.000,-
c. Keuntungan :Rp.2.400.000’-
Laba bersih selama 1 periode panen(4-5minggu):Rp.2.400.000,-
Diolah dari “Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas”